Wednesday, April 28, 2010

No.124



Dulu, kalau baca blog milik perempuan ini, tanpa gue sadari, gue pun meneteskan airmata. Dia selalu bercerita tentang mantan pacarnya yang sudah meninggal. Saat itu gue selalu berpikir bahwa perempuan ini sayang banget sama pacarnya itu dan selalu bisa menceritakan memori yang menyenangkan tentang almarhum.

Lalu lama-kelamaan, cerita dia semakin gloomy. Persis. Mirip. Gue. :p

Ternyata setelah gue kenal dia dan tau semua kisah di balik gloomy itu, guepun mengerti kenapa gloomy itu bisa muncul. Emang sih banyak orang yang mungkin gakkan pernah bisa ngerti. Tapiii... kalo orang lain mana tau apa yang kita rasain sih? ;)

Dan hari ini, gue berdoa, berharap banget, dia mendapatkan kebahagiaan yang dia inginkan, bersama orang yang tepat.

I wish you a happiness, no.124... always... :)

No.123



menemukan catatan ini di secarik kertas milik si no.123:


Dear Max,

I will never be able to reach The Wild Things.

I’m facing the reality..

then I’m sad.



:(

No.122



Gue akui gue pernah hidup di era drama yang sangat sangat sangat berlebihan dan selalu bikin orang sekitar berdecak takjub (mungkin ngeri sama kenekatan gue tapi juga heran melihat gue bisa segila itu hehehehe)

Semalam gue bercerita kisah masa lalu tersebut di hadapan teman-teman gue... (beberapa udah bosan dan kayaknya udah hafal mati sama cerita itu)

Tapi ada 1 orang yang mengeluarkan komentar menarik.

Ini dia kata si no.122:

"karakter loe itu bagus banget kalo ada di sebuah film. tapi untuk kehidupan nyata, loe terlalu berlebihan"

DANG! :p

Monday, April 26, 2010

No.121



Di kota tempat gue tinggal dulu sebelum Jakarta, ada sebuah kalangan yang bisa dibilang sebagai kaum hipster kota tersebut. Orang-orang ini adalah orang-orang dengan selera fashion yang berkiblat ke luar negeri dengan selera musik yang sungguh akupun tak mengerti itu lagu siapakah... (karena gue adalah makhluk mainstream)

Tiba-tiba, satu dari bagian kaum hipster itu (gue yakin sih pemilik sepatu ini gak suka dengan sebutan kaum hipster dari gue tapi apadaya, no.121, begitulah dulu saya memandang kamu hehehe) menjadi rekan sekantor saya. Saat itu dia sudah terkenal di kota tersebut karena dia memiliki sebuah situs musik yang cukup dihormati kalangan musisi (terutama kalangan indie).

Saat melihat dia berjalan di kantor saya, rasanya seram sekali. Gue takut gak bisa ngobrol sama dia. Di bayangan gue saat itu, dia adalah anak muda sukses yang kerja sebagai IT cuman buat ngisi waktu luang.

Tapi suatu hari terjadi suatu peristiwa yang membuat kita jadi berteman.
Gue suka sekali 1 band asal kota itu yang superduper dihina banyak orang karena band tersebut bukan bagian dari kalangan hipster kota itu plus mungkin musik dan gaya berpakaian anak-anak band itu gak sesuai selera atau alasan lainnya yang gue gak tau. Saat itu gue suka band itu karena melihat perjuangan mereka, salah satunya adalah melihat susahnya mereka harus bertahan diketawain orang-orang yang kebanyakan adalah teman mereka sendiri.

Suatu hari gue mau datang ke acara ultah band tersebut. Dan gue memberanikan diri mengajak si no.121 ini (yang gue tau gak suka band tersebut hehehehehe) dan gak sangka banget ketika si pemilik sepatu ini mau ikut...

Sejak itu sering bermain bersamalah kita berdua, bersama teman-teman yang lain... (seringnya sama si no.9) Kita melalui banyak kejadian, bbq di kosan dia, pindah ke Jakarta dan tiba-tiba diapun muncul di ibukota ini, melihat dia menjadi pegawai bank (cukup terkejut gue melihat dia memakai celana bahan dan kemeja rapi, sungguh aneh hahaha) lalu pergi ke gig bersama-sama, duduk-duduk membicarakan hal-hal yang aneh, masa depan dan tentu saja percintaan.

Mengagumi lukisannya, mendengarkan ide-ide lucu yang ada di kepalanya dan dia wujudkan (sekarang ide lucunya itu udah hadir di berbagai kota di dunia termasuk New York), mendapat dukungan dari dia terhadap semua project yang gue bikin (setiap patah hati, gue selalu bikin project yang tujuannya untuk melupakan *curcol), link-link website keren yang dia rujuk untuk gue baca dan mungkin ini yang terbaik: diajak dia nonton Konser Bjork, pertama kalinya gue dengerin musik Bjork adalah saat di konser itu dan ternyata gue suka bahkan mengalami euphoria Bjork sampai 3 hari setelah konser... :)

Sekarang dia lagi sibuk dengan proyek barunya dan tentu saja, pacar barunya...
Yah... dia duluan yang berenti gloomy...
Bagus. Diantara kita berdua emang ada yang harus bahagia duluan...
And i'm happy for him.... :)

No.120

lagi-lagi wiken yang menyenangkan :)

Sabtu siang dibuka dengan melihat pameran lukisan yang sangaaat menarik di Galeri Nasional. Sungguh kreatif para pelukis itu, salah satunya dia...



dan ini bagian yang dia gambar, gue sampe nanya sama dia: kenapa sih sepatunya mesti ada dua pengait? berbeda dari sepatu mary jane pada umumnya.... menurut gue sih, gambar sepatu ini bagus (sayang gambarnya gue potong karena aslinya itu kan gambar orang hehehe)



dan keseruan wiken gue berikutnya adalah karena gue makan siang yang menyenangkan di sebuah tempat yang "yummy banggets". Trus gue ke salon, trus ngumpul sama teman2(karaoke bersama) trus gue nginep di rumah temen gue yang punya anjing Golden.. Senaaaang sekali!! Minggu pagi, gue berenang sama anjingnya temen gue, trus masak-masak (gue terakhir kali masak itu 3 taun yang lalu, DANG!) dan berenang lagi dan moment paling "syahdu" dari wiken gue adalah saat gue tiduran di sofa temen gue sambil baca buku dan sang pemilik rumah sedang spinning di dj booth di samping sofa..

i heart you, wiken... :)

Thursday, April 22, 2010

No.119



This is a song for anyone
With a broken heart
This is a song for anyone
Who can't get out of bed

I'll do anything
To be happy
Oh cause blue skies are calling
But I know that it's hard

Cause it's time to leave
Those feelings behind

I don't think that it's the end
But I know we can't keep going

But blue skies are calling
Oh yeah blue skies are calling

(Noah And The Whale)

dear No.119, i wish the blue sky will come to you, soon...

No.118



walaupun segenap jiwaku
tak sanggup melepaskan dirimu kasih
biarkanlah sedih merudung batinku
larut dengan tulusnya hati

kini kumengerti hatimu tak disini
lama kita bersama namun tak berarti
mungkin diriku lebih baik pergi

(Andezzz ft. Endah 'n Rhesa)

Wednesday, April 21, 2010

No.117



Sebenernya hidup seperti ini yang saya dambakan..
Melihat pemuda manis membakar rokok di depan mata,
musik favorit dimainkan di sudut ruangan, yang memilih lagu adalah teman saya sehingga saya sudah tau, pasti lagu-lagu kesukaan saya muncul semua... dan benar :) Makanannya enak. Teman-teman yang disayang ada disini...
Semua yang saya suka, saya dapatkan disini
Lalu mestinya saya bahagia dong?

Oke... Saat ini kenyataannya saya sedang duduk di pojok ruangan, melihat ke pojok lainnya, teman saya sedang menari-nari gembira dan saya hampa.
Ini hidup yang saya inginkan tapi rasanya H.A.M.P.A...

Saya baru sadar, gak semua yg saya pengen bikin bahagia. Bikin tenang. Dan saya juga baru sadar, saya ini makhluk apa sik, kok kayak gada puas2nya... Tapi saya rasa saya harus jujur, saya hampa dan saya masih mencari...

Satu saya lupa terapkan: legowo nerima keadaan. Ada 1 yg harus saya lakukan: saya hampa tapi mestinya ingat bahwa saya masih mendapatkan sedikit kebahagiaan...
Di balik hampa pasti ada bahagia.
Mudah-mudahan pemikiran ini tidak hanya ditulis dsini, tapi diterapkan...

Tuesday, April 13, 2010

No.116



Gue yakin apa yang orang ini lakukan, sangat jarang atau justru gak pernah kita alamin...

Ceritanya dia lagi di perjalanan pulang bersama teman-temannya dan sedang ada di jalan tol. Lalu mereka melihat seekor anjing yang ada di pinggir jalan tol. Dan anjing itu hanya duduk saja sehingga si pemilik sepatu ini memutuskan untuk berhenti dan turun dari mobil... (karena khawatir si anjing ini ketabrak mobil)

Ternyata anjing itu kaki belakangnya patah/remuk sehingga dia gak bisa berjalan normal (makanya dia diem aja) dan karena dia anjing kampung, dia juga galak sama orang yang gak dikenal...

Loe bayangin ya, di jalan tol dengan banyak mobil yang melaju kencang, pemilik sepatu ini dengan teman-temannya berjuang menangkap anjing itu...

Setelah anjingnya berhasil dibawa naik ke mobil, dia pun membawa anjing itu ke dokter hewan. Anjing itu pun mendapat perawatan dari dokter (kasian deh anjing itu patah tulang, retak-retak juga dan luka karena dilindes mobil) dan pemilik sepatu ini juga akhirnya dibantu sama orang-orang yang mau berbaik hati membiayai perawatan anjing ini...

Sampai hari ini (sudah sekitar 2 bulan berlalu), masih ada aja orang-orang yang membantu biaya perawatan anjing ini dan juga menengok anjing ini di dokter hewan...

Gara-gara no.116 ini, gue jadi sadar, kalau mau berbuat baik, gak usah pandang bulu... selama bisa dilakukan, berbuat baiklah sama siapapun atau apapun...

Kamu bayangin, sama anjing aja segitu pedulinya, gimana sama manusia coba?

Monday, April 12, 2010

No.115




Inget tulisan gue tentang si no.97 yang baik?

Dia baru aja mengirimkan sebuah lirik lagu ke pemilik sepatu no.115 ini. Karena dia tau si no.115 ini terlalu banyak khawatir, gak percaya diri sama hidupnya dan takut ngadepin banyak hal termasuk masa depannya...

INI LIRIKNYA (ga semua, sebagian yang disuka aja soalnya panjaaaaang...)

Enjoy the power and beauty of your youth; oh nevermind; you will not
understand the power and beauty of your youth until they have faded.
But trust me, in 20 years you'll look back at photos of yourself and
recall in a way you cant grasp now how much possibility lay before
you and how fabulous you really looked.
You're not as fat as you imagine.


Dont waste your time on jealousy; sometimes you're ahead, sometimes
you're behind the race is long, and in the end, its only with yourself.


Dont feel guilty if you dont know what you want to do with your life
the most interesting people I know didnt know at 22 what they
wanted to do with their lives, some of the most interesting 40 year
olds I know still dont.


Maybe you'll marry, maybe you wont, maybe you'll have children,
maybe you wont, maybe you'll divorce at 40, maybe you'll dance the funky
chicken on your 75th wedding anniversary what ever you do,
dont congratulate yourself too much or berate yourself either your
choices are half chance, so are everybody else's.


Enjoy your body, use it every way you can, dont be afraid of it, or what other people
think of it, it's the greatest instrument you'll ever own..


Do NOT read beauty magazines, they will only make you feel ugly.

Get to know your parents, you never know when they'll be gone for
good.


Understand that friends come and go, but for the precious few you should hold on.


Live in New York City once, but leave before it makes you hard....

Baz Lurhmann-Everybody's Free (To Wear Sunscreen)

No.114




Gue bertanya sama pemilik sepatu ini:
"Kenapa sih dulu loe memutuskan menikahi istri loe?"

Jawabannya seperti ini: "karena dulu waktu pacaran, gue selalu sedih kalo abis jalan sama dia dan gue harus anter dia pulang ke rumahnya...."

aaaaw.... jawaban dia bikin gue pengen punya orang yang sedih kalau lagi nganterin gue pulang ke rumah... :p

Sunday, April 11, 2010

No.113









Gue mengalami hari Minggu yang menyenangkan...

Gue bikin brunch ber-20 sama temen2 dan kitapun PIKNIK di MONAS...

I'M HAPPY!

I LOVE MY FRIENDS SO MUCH...

Gue tau gak gampang buat mereka bangun pagi-pagi di hari Minggu dan pergi ke Monas pula (ternyata banyak temen-temen gue yang belum pernah ke Monas atau terakhir ke Monas pas SD :p hehehe) Tapi mereka mau datang demi memenuhi undangan saya...

Thunkyu :)

Friday, April 9, 2010

No.112



Loe pernah ngalamin gak dikecewain sama orang dan loe langsung ngomong: emang jaman sekarang semua orang jahat! gak ada orang baik.

nah.... ada suatu masa dimana dalam 1 minggu, gue dikecewain sama 3 orang. Saat itu gue gak ngerti banget kenapa gue gak pernah jahat sama mereka tapi kok mereka semena-mena sama gue.

Terus terang aja gue jadi apatis. Gue pikir gak ada orang yang beneran baik sama gue. Semua ada maunya. Ada hidden agendanya. Ujung-ujungnya sesuatu.

Sampe kemudian... di minggu yang sama, temen gue sms ngasih tau kalo si no.112 ini mau anterin obat diare buat dia. Temen gue ini lemes banget sampe ga bisa keluar kamar beli obat.

Kemudian gue sadar. Masih ada orang baik di dunia ini. Orang yang mau membantu orang lain yang lagi kesusahan. Dan gue malu. Mestinya gue yang bantuin temen gue.
Karena kita bertetangga. Tapi gue gak mikirin dia sampe segitunya. Padahal gue sahabat dia.

Gue terlalu sibuk mikirin nasib gue sendiri. Dipikir-pikir lagi, mungkin orang-orang itu gak maksud jahat. Itu hanyalah mereka dengan sifatnya masing-masing. Toh kalo gue gak suka ma sifatnya, balik lagi ke prinsip hidup gue aja: ngertiin atau tinggalin. Gue akui, gue terlalu sensi. Gue terlalu berasa gue anak baik yang dijahatin. Gue salah. Gue bukan anak baik. Gue cuman seonggok makhluk pundungan.

Dan terimakasih no.112, kamu menyadarkan gue, bahwa di dunia ini masih ada orang yang bener-bener baik. Kamu salah satunya...

No.111



i heart u,
untuk semua hari-hari gue dimana ada elo di dalamnya... untuk sekedar jemput gue ke kantor, untuk sekedar bercerita sesuatu yang aneh-aneh, untuk sekedar makan atau minum dan bahkan untuk seonggok PING di BBM. Bahkan sedikit elo di hari-hari gue selalu berhasil membuat hidup gue bahagia...

untuk semua sikap loe yang ngeselin, yang gue gak pernah bisa ngerti kadang-kadang...

untuk semua ucapan-ucapan pedas loe.. yang kadang2 dalam hati gue suka berpikir apakah loe sungguh-sungguh atau loe sengaja berkata pedas hanya untuk menutupi kepedihan hati loe...

untuk kejujuran loe yang mengatakan bahwa mungkin saja suatu hari nanti loe akan pergi meninggalkan pertemanan kita... gue rasa ini adalah realita kehidupan...

untuk semua hal yang loe ajarkan ke gue... semua lagu - semua adegan film - semua pandangan hidup - semua orang yang loe kenalin ke gue... semuanya.

untuk elo yang masih mau sabar mengatasi keresean gue, kedramaan gue, keminderan gue dan kegenggesan gue yang kadang2 bikin loe bentak gue...

untuk elo yang tau caranya membuat gue ketawa... elo yang ngerti banget moment2 gue sedang galau sambil memandang keluar jendela...

untuk elo yang mau membagi sedikit hidup loe ke gue... menyadarkan gue bahwa semua manusia tidak ada yang sempurna dan semua orang pasti bermasalah - sekaya - seganteng - sebahagia - senormal apapun dia..

dan kalaupun semua sikap loe ini adalah sebuah manipulasi saja, gue tidak peduli...
entah kenapa, jauh di dalam hati gue, gue merasa loe sayang sama gue, seperti gue sayang loe...

jangan salah sangka... ini bukan cinta... ini hanyalah pertemanan... :)

I heart you, my dear..

Wednesday, April 7, 2010

No. 110



Anak ini baru aja belajar satu hal.

Dulu kalau suka sama orang, dia selalu cerita ke banyak orang.
Gak ada rahasia di hidupnya.
Semua diceritain ke orang-orang...

Dan setelah melalui banyak proses, dia akhirnya bikin janji ke diri sendiri untuk gak banyak ngomong tentang sesuatu...

Saat ini diapun menjalani sebuah misi yang dia sebut Cinta Diam-Diam... (dia lagi naksir orang, hehehe.. doain yaaa biar sukses)
Dia janji akan publish hal itu kalo udah pasti aja...

Gue setuju!
Gue adalah tipe orang yang selalu ngomongin isi hati gue ke semua orang.
Gue dulu mikirnya daripada perasaan suka ini gue pendem-pendem bikin susah diri sendiri, mendingan gue ceritain aja...

Tapi setelah dipikir-pikir, kadang2 semua cerita cinta itu bisa jadi bumerang ke diri sendiri di masa depan (gue lagi ngalamin sekarang)

Saat ini prinsip gue udah berubah.
Buat gue: "Love Is Something That I Should Never Tell"

----- tapi pedih ya nahan cinta sama orang itu ------
*curcol teuteup

No.109



Untuk orang-orang usia produktif, punya kerjaan bisa dibilang sebagai salah satu hal yang penting banget... Karena masa itu adalah masa dimana kita pengen dianggap udah gede, udah bisa cari uang sendiri, pengen bikin bangga ortu dan keluarga, pengen diakui sama lingkungan kalo kita udah bisa menghasilkan sesuatu atau alasan lain seperti misalnya tuntutan hidup yang bikin kita mau gak mau harus menghasilkan uang.

Ada yang kerja sesuai passion, dengan gaji seadanya (yang penting ada kerjaan dulu) atau justru gajinya gede banget...

Ada juga yang kerja asal kerja aja yang penting nyaman dan gajinya cocok...

Dan kalau kita udah jadi karyawan tetap di sebuah perusahaan, walaupun banyak hal yang gak enak di perusahaan itu (gak sesuai sama hati nurani, peraturan kejam, temen kantor jahat dll) kita biasanya memilih bertahan sampe punya kerjaan baru karena ya itu tadi... gaji yang kita terima tiap bulan, tunjangan-tunjangan dari kantor, asuransi kesehatan, bonus dan masih banyak lagi tapi intinya cuman dua: males nganggur atau uang.

No. 109 ini awalnya kerja di sebuah perusahaan yang gak dia banget.
Dia bertahan sekitar 2 tahun.
Lalu dia mulai sadar bahwa passionnya gak ada di bidang itu.
Dia pun pindah kerja (masih bukan passionnya tapi seenggaknya mendekati)
Selama kerja disitu, dia mencari side job yang sesuai passionnya..
Dia kerja sungguh-sungguh (jadi jarang hangout tapi worth it sama yang dia dapet)
Karena apa?
Sekarang dia udah berenti kerja.
Dia memilih menjadi freelancer.
Sesuai mimpinya.
Mengerjakan proyek-proyek yang dibikin pake hati.

Jadi sekarang pertanyaannya adalah:
kamu mau tenang dari segi financial dengan mengerjakan sesuatu yang biasa aja...

atau kamu mau mengerjakan sesuatu yang kamu banget walau uangnya belum bikin secure?

gue bukannya bilang sebagai freelancer, uang loe sedikit tapi kan sebagai freelancer pemula, uang loe gak langsung segede orang yang udah punya nama... yang bisa jadi gak segede gaji loe di kantor terdahulu... tapi kalau udah berani coba, siapa tau lama-lama uang yang didapat bisa lebih gede dari gaji sebulan...

Apakah ada yang iri dengan perempuan ini? Hehehehe... :)

JLEB JLEB JLEB.. gue mendengar banyak orang menelan ludah setelah membaca ini.

PS: maaf ya hari ini kayak emak-emak sok-sok nasehatin segala..

No.108



Liat deh gambar yang dia bikin karena terinspirasi sama blog ini...




makasiy yaaa gambarnyaaa...

dan gue juga mau berterimakasih sama pemilik sepatu no.9 yang udah gambarin sepatu pink yang jadi judul blog ini... :)

me.love you. no.108. no.9

Semoga passion kalian ini (menggambar) bisa jadi sumber mata pencarian dan senantiasa bikin kalian happy...

Tuesday, April 6, 2010

No.107




Kata pemilik sepatu ini, "prestasi gak baik kalau datang dari mulut sendiri"

Gue setuju sih..

Karena dikhawatirkan jatohnya jadi narsis akut
(kecuali loe bisa mengemas omongan itu dengan cara yang smooth. Sayangnya gak semua orang punya kemampuan untuk membicarakan prestasi diri sendiri dengan smooth hehehe)

Tapi menurut pendapat gue nih, di era twitter seperti sekarang ini, RT itu ada gunanya banget lho....

Yaitu buat bilang": Makasiy ya RT @...... (temen loe yang nulis kata2 pujian buat loe)

Yakaaaaaaaan ;)

Monday, April 5, 2010

No.106



sebenernya gue gak kenal secara personal dengan pemilik sepatu ini.
tapi sepak terjangnya di dunia kreatif membuat gue (yang kebetulan kerja di bidang kreatif) jadi terpacu untuk bikin sesuatu seperti yang dia udah bikin...

Ada 3 hal dari orang ini yang gue suka banget:

1. Memulai sesuatu yang kecil bisa bikin hal itu jadi gede kalo dijalanin sungguh-sungguh.

Pas dia masuk SMA,dia jadi panitia di sebuah event sekolahnya... (FYI aja, event itu sampe sekarang masih ada dan jadi gede banget, katanya niiiih untuk sponsor aja, di masa sekarang ini anak-anak SMA-nya bisa dapet sampe 1 miliar!)

Dia juga membuat sebuah event yang sempet booming banget di Jakarta. Saat itu gak ada event diadain di hari biasa tapi dia berani bikin dengan pertimbangan: biaya produksi kecil, di masa itu jarang ada acara di hari biasa sehingga panggung bisa dipake. Kata dia, pas hari pertama event ini dimulai, deg-degan banget takut gak ada yang dateng. Tapiii ternyata... eventnya ini sukses!

2. Kerjain sesuatu yang loe suka dan bernilai ekonomis
Dia bilang, saking sukanya sama sebuah majalah remaja, dia kerja di situ... Lalu kemudian, saking sukanya sama sebuah tempat hangout, dia kerja disitu... Dan karena dia suka bikin hal-hal kreatif, diapun mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang kreatif juga. Kata dia nih, kalo kita ngerjain yang kita suka, gak dibayar pun kita pasti seneng-seneng aja ngerjainnya. Tapi kalau bisa, kita ngerjain hal yang disuka tapi tetep ada nilai ekonomisnya...

NICEEEE!

PS: inilah kenapa gue suka bangga sekaligus iri sedikit hehehe.. sama temen2 gue yang kerja jadi fotografer, nyanyi, bikin film, video klip, desain baju, gambar dan itu jadi main job mereka!

3. humble
menurut gue... walaupun udah sukses dan diakui banyak pihak, pemilik sepatu ini sangat down to earth dan kalo ngomong nadanya tetep santai, gak berkesan menggurui dan tidak sombong. Menurut gue, itu adalah sifat yang paliiiiiing sulit untuk diterapin sama orang-orang yang sudah sukses...

SUKSES SELALU YA, No.106!

Saturday, April 3, 2010

No.105



Suatu siang di ruangan perkantoran di Jakarta:

Pemilik sepatu ini bertanya: "lagi suka lagu apa?"
Gue jawab: "oh ada band baru namanya The Changcuters. itu keren deh..."
Dia: "ha? apaan tuh?!" (dengan wajah tercengang hahahahahahaha)

Itulah sekelumit pembicaraan kita berdua di suatu hari saat saya interview di kantornya..

Tak lama kemudian, gue menjadi anak buahnya...

Sebagai pemimpin, ada beberapa hal yang patut dicontoh (kalau elo suatu hari nanti atau sudah jadi bos saat ini):

1. Gak usah terlalu akrab sama anak buah (akrab boleh tapi tetep harus ada garis yang membatasi karena ketika bos dan anak buah udah berteman akrab, dikhawatirkan akan terjadi yang namanya anak emas)

2. Gak usah terlalu terbuka tentang kehidupan pribadi

3. Marah saat ada sesuatu yang harus dimarahin (jadi gak gara-gara loe bad mood trus loe marah2in orang lain)

4. Melindungi anak buah (ketika anak buah loe berbuat salah, loe bisa marahin dia abis-abisan, SP kalau perlu, ancurin aja sikaaaaat! Tapi tetep, loe harus bisa menjaga team loe agar tetap solid dan bukannya loe ancurin di depan team lain. Gue inget banget suatu hari ada yang dimusuhin di team gue dan dia berusaha merapikan semua itu demi kesolidan team kita dengan cara yang sangat "smooth")

Tapi sekarang dia udah gak jadi bos gue lagi...

Nah, gue mau bilang aja kalau orang ini memiliki sifat yang perlu gue tiru yaitu meng-handle hidup dengan cara yang dewasa (salah satunya dengan tidak terlalu terbuka ke orang lain karena kadang-kadang itu bisa jadi bumerang buat loe) dan berani menjalani hidup baru yaitu mengejar passion (sebuah tindakan yang berani di mata banyak orang tapi dia bisa buktiin dan tegasin kalau ini jalan yang dia pilih).

Kadang-kadang saat melihat dia, gue suka bertanya-tanya kenapa kita seumur tapi nasib dan sifat bisa berbeda jauh tapi gue rasa itulah kenapa gue dikenalin sama dia, biar gue sadar kalo gue itu udah gede, udah dewasa, udah waktunya berenti denial... hehehehehe..

i heart you, no.105 :)