Tuesday, June 21, 2011

No.213


OH WELL!tau gak rasanya sayang banget sama suatu hal
dan udah gak bisa diapa-apain karena loe.sayang.banget!

gue sayang sama no.213.
ya memang dia hanya seonggok benda.
bahkan binatang peliharaan pun bukan.
tapi gue memperlakukan dia seperti makhluk hidup.
gue tauuu... mungkin gue salah.
tapi bukankah setiap manusia punya kelakuan-kelakuan khusus
yang tidak masuk akal dimata orang lain?

tapi tetap.
gue salah dimata banyak orang.
kali ini gue kalah.
gue harus bisa membuktikan bahwa gue sudah berhenti memperlakukan no.213
dengan special.

karena ketika dia terus-menerus special, maka gue semakin terlihat weirdo di mata orang lain dan itu berbahaya untuk hidup gue yang "katanya" lagi gue beresin ini...
(ya get real aja sik siapa cowok mau sama cewek umur 31 masih main boneka)

terlalu menyedihkan.
ketika no.213 harus berhenti saya anggap sebagai benda kesayangan...
hanya demi #pencitraan diri saya...

inilah moment dimana saya menyebutnya #theartof OH WELL

No.212


setiap seseorang terkena kesulitan, biasanya selalu ada sebuah kalimat yang melewati pikiran kita: Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada manusia melebihi batas kemampuan orang tersebut...

gue, kalau udah gak kuat banget sama cobaan-cobaan dari Tuhan, biasanya mengibarkan bendera putih, mengaku kalah dan menyerah sambil bilang: Tuhan, ampunnn banget... yang ini udah beneran gak kuat sayaaa... ampuuuun...

No.212 ini, salah satu orang kesayangan saya, sedang tertimpa sebuah kesulitan...
Ketika mendengar ceritanya, saya sedih. Dia tidak pantas diperlakukan seperti itu.
Kadang-kadang orang lain suka lupa diri dan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia mau, tidak peduli kelakuannya itu merugikan pihak lain... Orang lain itu sedang membuat susah teman gue ini... :(

Gue tidak bisa membantu apapun dalam hal ini... Karena ini bukan urusan gue. Tapi gue hanya ingin No.212 tau, dia masih punya gue, yang mau dengerin cerita-cerita dia, mungkin dengan menjadi pendengar saja, membiarkan dia melepaskan semua uneg-unegnya, sudah sedikit meringankan bebannya...

Dan gue berdoa, agar semua kesulitan ini segera berakhir...
Biar no.212 gak pusing-pusing dan ribet lagi...

Amiiiin....

Thursday, June 16, 2011

No.211

Sebenarnya ini adalah sepatu milik si no.207



Rupanya belum selesai kisah dia yang menggugah hati saya untuk menceritakan dirinya... :)

Gue dengan jujur mengakui: i fancy this guy

Gue jadi ingat.... di malam gue mengaku men-fancy orang ini, teman-teman gue ketawa dengan histeris... yah gue akui itu adalah sebuah "silly statement"
Lalu kemudian setelah itu kita pergi makan rame-rame....

Tiba-tiba si no.211 ini bercerita bahwa dia punya 1 orang pegawai yang awalnya adalah seorang anak asal Tasikmalaya yang hanya lulusan setingkat SMU. Anak itu melamar ke usaha milik teman gue ini dengan modal suka menggambar.

Pelan-pelan, si no.211 ini mengajari anak itu menggambar, dia kasih lihat contoh gambar yang dibuat oleh designer dalam maupun luar negeri, dia suruh anak itu baca majalah fashion, intinya diajarkan untuk bisa membuat design.

Anak itu sekarang sudah menjadi salah satu asisten kepercayaan si No.211. Dia sudah bisa membuat design, memilih materialnya dan produksi.

Membagi ilmu.
Membuka lapangan pekerjaan.
Mengajarkan seseorang untuk punya suatu keahlian baru.
Mempercayai seorang anak dan bisa melihat bahwa dia potensial dan sabar mengajarkan segala sesuatunya sampai dia mengerti.
Ini yang gue tangkep dari si No.211.

Dia bilang, justru anak-anak seperti ini yang awalnya mungkin gak tau apa-apa, gak ngerti apa-apa tapi kalau mereka ada kemauan dan usaha untuk belajar, mereka ibarat berlian, semakin diasah, semakin bagus dan akhirnya bisa menjadi sesuatu/seseorang.

Awalnya gue berpikir bahwa orang-orang yang bekerja di industri fashion adalah orang-orang kaya yang gaya, sering keluar negeri, barang-barangnya merk semua dan melek fashion.
Ternyata enggak.
Semua bisa bekerja di bidang itu.

Karena kisah ini gue baru sadar, pada akhirnya usaha itu nomor 1.

Dan selesai si no.211 bercerita, dengan santainya gue nyeletuk di depan semua teman: "see?! gak salah kan gue fancy dia?" :p

Monday, June 13, 2011

No.210


i adore your artworks, sir no.210

sepatu ini milik seorang seniman muda yang gue baru kenal tahun lalu tapi gue sudah tau karya-karyanya sejak beberapa tahun sebelumnya.

gue inget banget pertama kali gue liat karya dia saat ada pameran di Galeri Nasional. dulu, karena gue anak baru di JKT, gue sering diajak jalan-jalan sama temen gue ke pameran seni. saat itu gue melihat karya orang ini dan berkomentar: "bagus banget nih" lalu temen gue itu menjelaskan bahwa pemilik karya tersebut adalah salah satu seniman muda berbakat.

sejak itu, gue suka gak sengaja liat karya-karya dia di berbagai media atau di pameran seni. tapi tetap gue tidak pernah tau orangnya yang mana.

sampai kemudian tahun lalu gue pergi ke sebuah pameran lagi di Alun-Alun Indonesia. disanalah gue akhirnya kenalan sama pemilik karya-karya yang gue kagumi dari bertahun-tahun yang lalu.

sungguh gue iri dengan orang-orang yang bisa menggambar dan bisa menciptakan karya buatan dirinya sendiri.

ini kutipan kata-kata dia yang gue ambil dari myspace dia:

I have always been interested in drawings since I was a kid
and I then grew up with drawing as my passion.


andai sejak kecil gue udah tau apa yang jadi passion gue.
mungkin saat ini gue sudah fokus di satu bidang.

tapi kebetulan nasib berkata beda sehingga gue masih random aja sampe saat ini
dan masih bingung menentukan apa yang gue mau.

makanya gue mudah kagum sama orang-orang seperti No.210 ini...
di mata gue, manusia yang bisa menjalani hidupnya dengan melakukan pekerjaan yang dia suka dan sesuai dengan passionnya, adalah manusia yang beruntung.

Wednesday, June 1, 2011

No.209


what is happiness?

salah satunya adalah: malam ini.

dimana saya mendadak pergi ke sebuah club di Jakarta.

hanya untuk berjumpa sahabat saya tercinta: si No.1 di blog ini.


susah berjumpa dia di tengah-tengah jadwal turnya yang ketat.

jadi malam ini saya bela-belain banget. apalagi pas dia ngabarin pas banget temen saya mau ke tempat yang sama... wah, ini emang udah jodohnya disko tengah minggu ;)

terimakasih juga untuk Ms.H... atas pinjaman sepatunya hehehe... dia mengajarkan saya untuk belajar percaya dengan wedges, yang aman dipake dan gakkan bikin pegel (mungkin kamu ingat salah satu kisah saya di blog ini yang sok pake wedges terus jatuh di kondangan. hehehehe.. malam ini wedges milik H tidak berulah macam-macam kok)

sedikit disko di tengah minggu yang hectic memang menyenangkan.
bila dilakukan di waktu yang tepat.
bersama orang yang tepat pula.
lagi-lagi... ini adalah random nite yang menyenangkan,
sesuatu yang tidak direncanakan tapi sukses besar :)

senang sekali berjumpa pvblic affair di lantai dansa :)

No.208


i used to love you.

a lot.


but i realized that if i keep in love with you.

i wasted my life.

so i decide to leave you.

coz i need to be a healthy person.

and healthy means not having you again in my life.




Selamat tinggal, kuning telur

Saya percaya, di luar sana, saya bisa menemukan substitusi kamu.
Saya akan kembali suatu hari nanti.
Ketika sudah sehat kembali.

:')

No.207

kalau mau tau contoh anak muda sukses berbisnis, harus kenal pemilik sepatu ini.

di usia belum lagi 30 tahun, dia sudah bisa membuktikan bahwa bisnisnya bisa berjalan dan selain mapan dia bisa membuktikan bahwa dia sukses dengan berbagai prestasi yang dia raih.

baru-baru ini dia mendapatkan penghargaan sebagai seorang yang berbakat di bidang pekerjaannya dari sebuah majalah lifestyle ibukota.

setiap melihat dia, gue berkaca memandang diri gue sendiri... dan memikirkan prestasi apa yang sudah gue capai... apakah gue sudah membanggakan keluarga gue... apakah gue sudah mapan... apakah gue begini... apakah gue begitu...

ketika gue curhat mengenai kegelisahan gue itu, seorang teman berkata bahwa dia capek mendengar semua keluhan gue dan dia bilang kalau gue merasa kurang ada prestasinya, ya gue harus segera berubah, berusaha lebih lagi dari sekarang...

lalu teman yang lain berkata bahwa gue terlalu banyak membantu orang lain dan bekerja buat orang lain padahal sebenarnya sudah waktunya untuk gue bersinar.

jujur aja gue agak sedih mendengar komen mereka...

kenapa ya di dunia ini tidak ada penghargaan untuk usaha gue menjalankan pekerjaan yang sekarang ini yang mana ini adalah sebuah ilmu baru buat gue...

kenapa gak dihargain gue itu lagi merintis lagi dari nol sejak peristiwa tipus dan kecopetan di beberapa bulan lalu.

apa salahnya bantu teman? kan gue juga dapat ilmu baru di hidup gue?

tapi kemudian gue sadar.

Jakarta emang begini.

Prestasi dilihat dari review di media. Dari pergaulan loe dengan siapa. Dari uang yang dimiliki. Dari award apa yang loe dapat. Dari nama loe yang jadi buah bibir di komunitas loe.

Prestasi gak diliat dari hal-hal kecil. Kita pikir itu prestasi, orang lain melihatnya tidak.

Mungkin gue yang salah. Terlalu ketinggian menyimpan standard hidup.

Atau gue terlalu slow... Teman gue udah di manaaaaa, guenya masih jalan di tempat. Trus mereka gemes sendiri melihat gue seperti ini.

Atau se-simple gue salah pergaulan? Mungkin teman yang baik tidak akan komen gak enak, walaupun niatnya baik?

Ah sekali lagi, ini Jakarta. Seperti itulah adanya...

Gue emang harus banyak belajar menerima kenyataan gue belum jadi apa-apa dan dipandang sebelah mata sama banyak orang. Dan gue harus lapang dada menerima keadaan ini, mudah-mudahan gue bisa berlapang dada.

well.... No.207, mudah-mudahan suatu hari nanti gue bisa seperti loe. Sukses. Bekerja di bidang yang sesuai passion. Berprestasi.

Tapi semoga ketika gue sudah jadi orang yang sukses, gue tidak akan memandang rendah, apapun usaha orang, untuk menjalani hidupnya.