Saturday, October 23, 2010

No.184

suatu malam, gue sedang ngobrol di mobil sama seorang teman. dia bercerita bahwa dia baru saja beli ipad dan kamera. saat ngobrol, gue jadi kagum sama dia karena di usia muda dia sudah mapan dan bisa menjalankan hidupnya dengan baik dan benar...

tapi di satu sisi, gue ketakutan sendiri melihat teman-teman gue mulai memasuki fase hidup mapan dan mendewasa dan memikirkan masa depan. rasanya itu bukan hidup yang gue inginkan. gue masih ingin berada di fase hidup senang-senang ini. gue takut dengan yang namanya komitmen.
gue hanya sanggup untuk bertanggungjawab terhadap pekerjaan gue dan diri gue sendiri + jadi anak baik biar ortu gue bisa hidup tenang.

tapi mau sampai kapan?

akhirnya semalaman gue berpikir ulang mengenai hidup gue...
gue berkesimpulan, salah satu alasan kenapa gue menolak dewasa adalah karena gue pernah ada di fase berubah jadi orang lain selama 3 tahun. itu adalah hari-hari dimana gue hidup nyaman dan normal tapi kenyataannya gue tidak suka (buktinya gue memilih meninggalkan kenyamanan itu, walaupun gue yang nangis-nangis karena ternyata berat meninggalkan dunia nyaman itu tapi gue bisa survive sampai hari ini)

mungkin gue masih ingin mengganti hari-hari gue yang hilang selama 3 tahun itu dan menikmati hidup gue.... tapi tampaknya gue kebablasan dan akhirnya menjadi gue yang takut komitmen dan agak menolak dewasa... :p

oh well.
cerita ini diperkuat dengan kisah dimana gue membeli sepatu.
gue suka ini:

tapi gue tau... flat shoes itu kurang terlihat berwibawa dan cocok untuk dipakai saat meeting dengan klien. akhirnya gue menemukan sebuah sepatu dengan model yang sangat cocok untuk dipakai kerja... (berusaha keliatan dewasa dan serius hahahahaha tapi teteup dong, milih yang bentuk haknya unik a.ka. gue emang belum mau terlalu terlihat serius :p)


lalu apakah kemudian sepatu ini gue pake untuk melakukan kegiatan serius nan dewasa? jawabannya: iya! tapiii.... dia lebih sering beredar di lantai dansa tampaknya :p



apakah gue salah dengan pilihan hidup gue ini?
jawabannya pasti beda-beda, tergantung cara kalian menilai gue...
kalau buat gue, apapun itu yang gue pilih, semuanya adalah pengalaman hidup... (pembenaraaaan dasaaaaar! :p)

Tapi gue janji, suatu hari nanti... gue akan berubah! :D


PS: kalau camu suka sepatu gue ini, gue belinya di CENTRO ;)

Friday, October 15, 2010

No.183

No.183 ini didedikasikan untuk teman-teman saya
yang sedang patut menerima ucapan selamat....


Selamat atas Grand Opening toko loe.. :)

Align Center
yang ini juga, selamaat yaaa... atas opening tokonyaaa... :)


dan yang ini, selamat atas pekerjaan baru loe yaaaa...
gue doain loe senang di kantor baru... :)

Sunday, October 10, 2010

No.182


sepatu merah sedang mencari-cari di antara sekian banyak sepatu...
sebenarnya dia sudah tau sepatu mana yang dia inginkan...
sayangnya seperti apa yang tentunya sudah kita pelajari di dunia ini,
memang kadang-kadang yang diinginkan itu bukan sesuatu yang bisa dimiliki...

jadi bisa jadi apa yang dia cari bisa ditemukan...
tapi bisa juga tidak...

lalu adakah sepatu di luar sana yang mencari dia?
mungkin ada.. mungkin tidak...

yang pasti sebaiknya berhenti berpikir ada sepatu yang akan menyelamatkan...
karena.ini.bukan.buku.dongeng!

No.181



meneruskan kisah no.180:

saat gue search mengenai kota yang rencananya akan gue tuju taun depan, tiba-tiba gue menemukan blog orang ini...

sebenarnya gue kenal dengan dia dan saat ini dia sudah pindah dari Jakarta dan sudah tinggal di kota itu tapi gue baru baca kisah dibalik kepindahannya kesana...

dia menulis seperti ini:

I dont actually know the reason I was leaving.
Probably I was just sick of all my troubles,
boring routine,
stagnant life
and need a fresh start


hmmm.. kadang-kadang ada orang lain di muka bumi ini yang bisa mengucapkan apa yang kita rasakan dengan tepat.
terlepas dari benar atau salah alasannya...
apa yang dia bilang ini benar apa yang gue rasa.

:')

No.180





gue sedang berpikir-pikir untuk pindah dari Jakarta ke sebuah tempat yang membutuhkan waktu terbang 12 jam...

gue akui, ini semacam perjalanan cari susah diri sendiri...

alasannya: gue ingin tau susahnya tinggal sendirian di negeri orang.... gue rasa ini akan menjadi pengalaman yang berharga untuk hidup gue...

alasan kedua: gue merasa semakin berantakan dan hidup terlalu datar dan semakin tidak yakin dengan apa yang sedang gue jalanin disini sehingga gue berpikir pergi dari kota ini adalah keputusan yang tepat...

gue pikir kalau di sini yang banyak teman saja rasanya sepi dan sedih selalu, lebih baik gue tinggal di negara orang dimana kalau gue kesepian itu adalah sesuatu yang wajar...

mungkin awalnya ini semua adalah sedikit kesebalan terhadap nasib dimana gue mengalami masa-masa sedih bersama satu-dua teman gue, lalu beberapa minggu kemudian, mereka diberikan kebahagiaan, exactly seperti yang mereka inginkan dan gue tidak.

gue sudah sampai pada tahap tidak boleh marah untuk sesuatu yang namanya takdir karena jelas setiap orang berbeda-beda... tapi apa yaaa... gue ngerasa gue disini gak bakalan kemana-mana juga.... dan mengembara adalah sebuah pilihan yang tepat...

kalau di film-film, biasanya ada adegan orang berlari mengejar seseorang di airport dan memohon agar dia tidak pergi, gue rasa di sini tidak ada yang akan melakukan itu juga... dan sepertinya kalau ini semua lancar, mungkin taun depan saya sudah memulai petualangan baru saya....

oh well...
ini yang gue pengen dan ini juga yang bikin gue gloomy...
sebenarnya gue kenapa sik?!

Dan ada satu pernyataan mengejutkan dari sepatu no.179 yang terngiang-ngiang selalu di pikiran gue:

melarikan diri dengan meninggalkan stagnant life itu berarti gak menerima kenyataan aja... mirip-mirip gak mau usaha. pada akhirnya dimanapun akan merasakan hal yang sama, kesepian, bingung, merasa kurang dll... Jadi kalau mau fresh start itu lebih kepada pengembangan diri sendiri dibandingin kabur tanpa alasan...

Monday, October 4, 2010

No.179




Kata no.179, kalau sedih, mabokin ajaaa sampe lupa...

lalu besoknya KERJA... sekerja-kerjanyaaa...

Dan gak mau diajak ngobrol... biar lupa hal-hal yang bikin sedih...


Omongan dia dan sedikit kisah hidupnya (dan kisah hidup gue juga sik hehehe) bikin teringat pada sebuah lirik lagu:

Catch myself, from despair
I could drown if I stay here
Keeping busy, everyday
I know I will be ok


Yakaaaan.. bahkan kata lagu ini pun begitu: KEEPING BUSY EVERYDAY I KNOW I WILL BE OK..

i know, no.179 will be ok... and I... will be ok... and you too... will be ok...
amin.

No.178



Belajar dari sepatu no.178 ini...

Yang perempuan adalah mantan si pengantin pria di cerita No.177. Dia datang khusus ke Bandung untuk menghadiri pernikahan mantan pacar/teman baiknya.

Gue sendiri tipe anak yang tidak pernah datang ke pesta pernikahan mantan pacar gue...

Ada yang emang gak sempat dan ada juga yang gue emang males aja berurusan dengan orangnya... hehehe.

Tapi ketika melihat si no.178 datang dengan pacar barunya, terlihat santai dan ikut bahagia, gue jadi berpikir... mungkin sudah waktunya gue santai sama mantan dan jadi temannya kembali...

Hmmm...

No.177



Finally! Gue menghadiri pesta pernikahan sepatu No.173...Yeaay... Pernikahan yang sangat syahdu, keren banget dengan nuansa alam dan tema Picnic Party... me like it.

Tapi ada pelajaran berhargaaa terjadi! Dari awal gue udah tau bahwa gue bukan tipe wedges girl, penyuka sepatu tinggi... Tapi demi terlihat lebih wanita, gue beli sepatu baru untuk membuat gue terlihat lebih bagus.. hehe.. yang ada gue kesandung, jatoh, kaki keseleo, jalan terpincang-pincang dan sepatu gue rusak :( hahaha kocak sik kalo dipikir-pikir..



Akhirnya sepatu garis-garis @centroholic menyelamatkanku... btw sepatu tinggi di samping gue itu jatoh jugaaa.. hehehe tapi dia lebih kuat menahan sakitnya dan di sore hari dia pun sudah telanjang kaki...



dan tentunya berjumpa teman2 seru disana... seperti mereka ini, Gank Lemari (sebutan untuk anak-anak yang dulunya pernah sekantor dengan pengantin pria dan pintu ruang kantornya seperti masuk lemari... walaupun sekarang mereka udah gak sekantor lagi, tapi pertemanan mereka langgeng banget, gue suka sama anak-anak Lemari)



Sepatu yang ini bikin acu senaaang... kata dia blog ini bagus dan menghibur... (adeeeeeuhh... acu mayuuuuuu :p)



Lalu ini adalah pasangan favorit gue... yang cowok gue pilih sebagai pria berbusana terbaik di hari itu hehehe..



Dan betapa senangnya gue bisa berjumpa dua pria ini... Dulu kita bertiga adalah teman sekantor yang sekarang udah pindah semua...



Si coklat muda ini milik the next bride... :) amin.



Dan yang paling penting tentunya adalah sepatu yang ini dong!



Akhirnya yah! Setelah melalui berbagai persiapan yang menegangkan dan drama-drama kecil,kalian berhasil melalui semua cobaan itu dan pesta pernikahan kalian berjalan dengan lancar. Semoga pernikahan kalian langgeng dan gue lupa siapa yang pernah bilang seperti ini tapi gue suka kalimatnya: semoga pelukan kalian ketika kakek nenek nanti masih sama rasanya seperti pelukan pertama kalian :)

No.176




sebenarnya pemilik sepatu ini adalah orang yang baru gue kenal...
dan kita ketemu pun di tempat-tempat per-jumpa(litan) hehehe
lalu setelah gue berteman dengan dia di FB, gue melihat quote favorit dia dan gue mendadak terkesima!

Hey... i like it.


"If you try to keep up with all the amazing and creative people you'll lose your personality, your focus and your ability to find something a little bit personal."


Kata dia, ini adalah quote seorang desainer yang dia baca di sebuah interview.

Quote ini benar adanya... Gue adalah salah satu orang biasa yang berteman dengan orang2 kreatif dan menakjubkan di muka bumi ini, dimana kadang-kadang gue merasa tidak ada artinya dibanding mereka, tapi gue udah sampe di tahap bahwa gue beda dengan mereka dan gue berhasil menjadi diri gue sendiri. INI SUSAH!

Karena kadang-kadang lingkungan suka gak bisa nerima orang apa adanya. Untungnya teman-teman gue ini tidak seperti itu... Walaupun mungkin ada yang seperti itu, sudah gue antisipasi dari awal dengan cara gak usah dipeduliin....

Anyway, kembali ke quote ini lagi, intinya sik gue setuju bahwa sebagai manusia, daripada sibuk pengen jadi orang lain, mendingan sibuk urus diri sendiri dan bikin sesuatu untuk hidup kita... :)

btw, si pemilik sepatu ini hari ini pergi dari Indonesia untuk kuliah di UK, so... good luck yah... i see u when i see u ... kenapa gue punya feeling bakalan ketemu loe di London yah? ;)

No.175



Sepatu ini terlalu lama sedih..

Hatinya hancur berkeping-keping karena seorang pria...

Sebenarnya kalau mendengarkan keseluruhan cerita, kita akan ngerti sik kenapa dia bisa segitunya sama pria itu...

dan setelah melalui sekian banyak sumpah serapah, ikut-ikutan kesel lalu ada penyelesaian masalah, gue seperti dibukakan mata bahwa dalam cinta, tidak ada benar atau salah... oh well...

gue gak bisa bilang kalau gue ngerti, gue paham, gue prihatin.... atau apalah itu karena gue sedang tidak ada di posisi dia saat ini... gue pernah tapi sekarang udah enggak jadi gue udah lupa rasanya...

Jadi... gue hanya bisa dengerin dia aja... berusaha jadi orang yang sabar mendengarkan semua uneg-unegnya, sambil berdoa mudah-mudahan dia cepat pulih kembali...

Dear No.175, loe pernah liat gue berantakan seperti keadaan loe sekarang kan? Dan saat ini gue sudah baik-baik saja. Dan gue percaya loe pun nantinya akan baik-baik saja... :)