Tuesday, November 30, 2010

No.190


si gadis berkuku merah semalam membuat statement bahwa saat ini dia sudah tidak terlalu mementingkan acara hangout-hangout bersama teman dan lebih memilih untuk diam di rumah dan mengerjakan hal-hal lain saja.

dia bilang, dulu setiap ada invitation, ada anak-anak kumpul dimanaaa, dia bela-belain hadir. foto ini saja diambil dari sebuah event party di pinggir pantai dimana dulu kita adalah pengunjung setia event tersebut.

sementara kalau gue, gue itu dulu kerja jam 6 pagi. dan dalam seminggu masih bisa duduk-duduk atau hangout di luar sampe jam 2 pagi dan jam 6 lebih dikit sudah hadir di kantor. jam 4 sore biasanya udah sibuk janjian-janjian sama orang-orang.

beberapa taun sebelumnya waktu masih di Bandung lebih gila lagi. kerja jam 2 siang sampai 10 malam. pulang langsung hangout. sampe rumah pas adzan Subuh. dan itu bisa kejadian seminggu 4-5 kali.

Tapi sekarang.... di taun 2010 ini, gue biasanya hanya pergi kalau ada yang ngajak aja. kalau gak ada yang nyariin, ya udah gue pulang ke rumah. memang gue masih sering hangout2 sepulang kantor, tapi frekuensinya gak sesering dulu. (kayaknya yang kenal gue dan baca tulisan ini langsung mencibir sambil komen: masaaaaa udah jarang pergi? :p)

mungkin gue seperti anak yang kayak gada capeknya dan pengen pergi-pergi melulu. alasannya karena gue suka bosan dan kesepian di rumah. jadi daripada gue bengong aja, mendingan gue pergi-pergi deh.

dan gue itu percaya kalau hangout adalah moment dimana kita bisa menjalin networking dan mencari teman baik. di kota ini susah untuk menemukan teman baik - yang beneran baik. jujur aja, teman yang tulus dan baik sangat gue maintain. alasannya karena semakin susah mencari orang2 baik seperti mereka, ketika sudah ditemukan, sebisa mungkin jangan sampe musuhan.

satu lagi: susah juga kadang2 membedakan teman baik dan teman ber-hidden agenda. dimana berteman karena ada maunya. atau karena dilihat dari latar belakang orang tersebut (yang paling trend sekarang menurut gue bukan karena dia kaya tapi karena dia itu somebody, ini yang paling dicari buat dijadiin temen)

Sebenernya sik gpp kita mulai temenan sama orang karena kita kagum sama dia atau karyanya. Yang gue males tuh yang temenan karena kita tau dia itu seseorang terus bisa dimanfaatin buat suatu hal.

gue takut banget, gue mencari temen karena ada hidden agendanya...
mudah-mudahan gak sampe gitu yah.

gue hanya ingin bisa hangout sama teman2 yang bisa bikin hari-hari gue semakin menyenangkan. sungguh cita2 yang sangat sederhana.. pada prakteknya, kadang-kadang susah diterapkan... hidup di JKT ini benar-benar butuh trik untuk bisa survive... :p

Sunday, November 28, 2010

No.189


Sepatu ini milik No.188

Seorang perempuan muda yang pintar mencurahkan isi hatinya ke dalam tulisan...

Gue sangat-sangat suka membaca blognya...

Ini penggalan dari blog dia... Gue suka banget!

we are all surrounded by broken people. don’t you think we’re here for a reason?

yes, they need healers.

and yes, you could be it.

yes, the stupid you.

yes, the broken you.

yes, the imperfect you.

cause we are the wounded healers.


Oh Yes It's So True!!! gue dan teman gue yang sesama gloomy suka ngobrol dan sepakat bahwa kita saling diperkenalkan di dunia ini karena kita saling menguatkan satu sama lain.. :)

Kalian penasarankah sama blog perempuan ini?

Sebenarnya dengan sedikit klik klik klik di PC, kalian bisa menemukan dia kok ;)

I promise you, you'll find a treasure in her blog...

No.188

karena lahir dari sebuah kondisi keluarga yang berbeda dari gambaran di buku cerita anak-anak (gue anak istri kedua yang dibesarkan oleh istri pertama), gue selalu suka membaca atau mendengar kisah keluarga teman-teman gue... kadang-kadang banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari manusia di dunia ini yang umur sudah 2x lipat umur kita... dan gue sangat menghargai mereka yang bisa survive menjalani hidupnya...

ini sepatu teman gue dan sepatu mama papanya. teman gue ini adalah pekerja kreatif di sebuah media. ingat gak kisah random nite gue ini dimana gue pergi disko berdua teman gue dan gak kenal siapa-siapa lalu ketemu satu dua orang teman gue.... nah...pemilik sepatu ini adalah salah satu orang tersebut...

jadi keesokan harinya setelah random nite, seperti biasa gue browsing dan gue berkunjung ke blog dia. setelah gue baca-baca, gue baru sadar blog anak ini bagus banget yah?! Asliik... dan banyak cerita tentang hidupnya yang sedikit banyak mengingatkan pada hidup gue dan juga kisah orangtuanya... Cerita dia bikin gue senyum-senyum (dalam hati berkata: gilaaa ini gue banggets!), terharu dan sedih lalu berakhir dengan mikir (mau dibawa kemana hidup saya ini hehehe)

ini satu penggalan dari blog dia, salah satu tulisan favorit gue:

me : you’re turning 50 in a week right?

mom : yeap

me: wow. what’s it like?

mom : tired.

me : ??

mom : tired of rebelling.

me : hmm …rebelling towards…?

mom : life… when you turn my age, you’ll learn to stay calm. you’ll learn to accept life as it is. you’ll learn to choose between what you want and what you need. you’ll get too tired to complain. and you’ll learn to only worry about things that matter. cause you’d realize that there aren’t that much time left.

dad : ……my only advice is, dear. the sooner you get tired, the better. choose well.

*nasihat ini penting banget buat anak-anak yang sering lost seperti gue... hehehe.. i adore your family, no.188. semoga kalian sehat dan bahagia selalu... :)

Monday, November 22, 2010

No.187


Gue: "eh anak baru. dress code acara besok silver yah! jangan lupa baju warna silver"

trus gue cekikikan dalam hati, enak juga ngerjain anak baru ini.... padahal dress codenya merah hehehe.

Mana gue tau, peristiwa itu ternyata membekas di pikirannya... beberapa bulan kemudian, gue menemukan tulisan di blognya tentang gue...

December, bulan itu saya kenal perempuan ini.

Sekilas, perempuan ini banyak cakap, cepat tanggap dan kayaknya sih, sergap.

Begitu kenalan sama dia, dia langsung ngasi sebuah petuah yang isinya dan intinya adalah, ngerjain saya.Italic

Saya disuruh datang ke sebuah event menggenakan baju silver. Dimana, acara itu sebenarnya bertema merah. Untung saya pembelot, kalo tidak saya jadi yang paling meriah, dan marah.

Sepatu.

Ya, cukup satu kata itu.

Saya gemar dengan sepatu, di daftar prirotas saya, itu peringkat nomer satu.

Bagi dia, tidak begitu. Tapi, semua sepatu punya cerita sendiri, rahasia kartu.

Kartu bagi pemakainya itu, perjalanan cerita cinta raja dan ratu, disaat hati lagi syahdu, sampai pilu, atau sedang bersama teman saling menjamu, semua pakai sepatu.

Mau Belajar.

Semua hal baginya adalah taman bermain dan bukan belajar, sebenernya semua hal dia hajar, mulai sampe diet yang akhirnya ga kekejar sampai pergi bermain dengan semua kaum di dunia yang kurang ajar. Motif pengajaran pekerjaan dia terhadap temen saya juga pasti susah pudar, selain karena cukup ekstrim dia selalu mengujar untuk mengejar dan mengajar.

*tulisan ini dia buat saat gue pindah kantor. Italic

Sepertinya gue dan dia memiliki banyak kesamaan...

Kata dia, kadang2 kalau gue tweet sesuatu, dia akan mengirim DM atau PING bertuliskan: gila, apa yang loe tulis itu adalah apa yang gue pikir.

Dalam hati gue: iya yah... kita sering suka lagu yang sama, memikirkan hal yang sama, sama-sama gloomy juga anaknya.

Mengapa si No.187 ini berkesan sekali buat gue?

Ini sebagian penggalan dari blog dia yang mana sangat menggambarkan apa yang gue pikirkan dalam hidup gue...


I’m not perfect, but you should’ve waited. I was worth it.

The Expandables

COCOK sama keadaan gue saat ini!!


This is not part of the deal. You’re supposed to be my distraction, not part of addiction.

ini juga hal yang selalu melayang-layang di pikiran gue...

dan ini yang gue banget juga:

Saya memulai hari dengan baju hitam, dan kepala menunduk

Berawal dari langkah kaki dengan kataan mengutuk.

Pagi itu saya belajar, belajar sebuah hal.

Saya namakan, guratan senyuman,

Dimana harapan setiap orang berbeda. Hal yang bisa membuat setia orang tersenyum berbeda penuh kesan.

Dan saya belajar satu hal, yang tidak pernah terlintas diotak menjadi andalan.

Saya senang melihat semua merekah dengan senyuman.

*maafkan gue kalau pendapat gue ini salah ya No.187 tapi gue rasa kita berdua sama-sama makhluk sedih, sering merasa jadi orang yang ditinggalkan dan tidak diinginkan. tapi gue bisa berkata bahwa kamu orang yang special. memang seperti biasa, yang paling bisa ngertiin dan sebenarnya paling peduli seringnya diingat belakangan, kalah sama yang paling bersinar. tapi anggep aja ini bagian dari drama kehidupan... gue rasa, loe tidak keberatan dengan sedikit drama hehehehehe.


love you. tidak pernah mengatakan hal ini. tapi hari ini, saya tulis disini sekalian.

Sadie.



Monday, November 8, 2010

No.186


teman gue curhat kalau dia lagi deket sama orang tapi statusnya gak jelas.
lalu si no.186 ini memberikan komen seperti ini:

Kalo dari gue sih cuman satu: Relationship itu kerjasama, bukan kerja rodi. It's a team work! Setuju?


Kebayang-bayang terus tuh ucapannya si No.186 ini yakaaaan...

Dan kalau gue boleh menambahkan, move on juga team work...
Bagaimana mungkin gue bisa move on kalau pihak satunya tidak bekerjasama dengan gue?
Kalau sudah seperti ini, pada akhirnya yang harus kuat yaaaa gue.

Dear No.186, i'm in the middle of Kerja Rodi right now hehehe oh well... Wish me luck...
mungkin bukan kerja rodi, mungkin gue yang gak mau dibantuin... mungkin gue yang gak mau kerjasama, ah entahlah.... acu sedih.

dan ini comment lanjutan dari si No.186 yang bisa dijadikan pemikiran kita bersama (kata kalian: yeeee elo yang lagi galau kita dibawa-bawa hehehe)


No 186 said: "pilihannya se simple ini sih. Simplify the love, simplify the person or simplify the expectation. You choose!"


No.185



why do you come here.
when you know it makes things hard for me.
why do you telephone?
and why send me silly notes?


*suedehead - morrisey

apakah kamu tidak pernah berpikir bahwa saya mulai lelah menjalani ini
lalu kamu bisa berkata bahwa ini bukan salah kamu..
memang kalau sudah begitu, tidak ada lagi yang salah atau yang benar
lalu saya tahu bahwa sayalah yang harus menyelesaikan ini sendirian,
bagaimana kalau kamu bantu saya...

maybe we should stay away each other for a while...

PS: Sedang sedih. Mendengarkan Moon River versi Audrey Hepburn berulang-ulang.