Tuesday, December 18, 2012

No.283


ketika saya menerima kabar itu, setengah hati saya tidak percaya...Ncek yang saya sayangi... :(

ketika kami bertiga, sesama anaknya Ncek yang diperhatikan bagaikan anak beliau sendiri... sepanjang jalan menuju rumah duka, kami semua sibuk dengan pikiran kami masing-masing... memikirkan kenangan yang pernah kami miliki dengan beliau...

ketika sebagai manusia saya menyadari bahwa kesibukan dan kehidupan itu maju terus, terkadang saya melupakan orang-orang yang memiliki jasa di hidup saya, orang-orang yang mestinya selalu saya pikirkan, walau kenyataannya tidak bisa begitu. karena saya punya pikiran baru, kesibukan baru dan teman baru

ketika semua ini terjadi, saya akhirnya paham satu hal. saya mungkin maju terus di hidup saya, tapi kehidupan di masa lampau akan terus melekat dalam diri saya. bentuknya beda-beda, mungkin memori yang muncul tiba-tiba, mungkin dalam bentuk berpapasan gak sengaja di jalan atau sapaan di whatsapp atau facebook.   

ketika saya menyesali semua yang tidak saya lakukan, bahwa saya mestinya lebih banyak cari tau kabar Ncek, sms atau telepon, semua ini sudah terlambat. saya sadar ini cara Tuhan mengingatkan saya untuk tidak melupakan orang-orang yang LEBIH PENTING dan berhenti memikirkan orang-orang atau situasi yang BELUM SEGITUNYA

ketika akhirnya kami harus melihat Ncek di rumah terakhir beliau, melihat anak-anaknya tegar dan ikhlas menghadapi kenyataan ini, saya hanya bisa banyak berdoa dan percaya bahwa Ncek sudah di tempat yang terbaik saat ini...

you're in a Good Hand now, Ncek. :') 
  

No.282

Saya baru sadar...
Yang bikin saya merasa lelah sekali adalah karena saya berpura-pura saya baik-baik saja.

Bahkan saya bohong pada diri saya sendiri.

Saya jujur sekarang, saya miserable. Sepertinya kejujuran ini yang pada akhirnya akan menyelamatkan saya

note: this pic is taken from "we❤it" application from iphone

Thursday, December 6, 2012

No.281

Saya selalu yakin bahwa seseorang muncul di hidup kita karena ada maksud dan tujuannya.

Untuk bikin happy. bikin mikir.
Untuk nemenin.
Untuk ngasih pelajaran hidup.
Untuk apapun itu, saya menghargai semua kemunculan mereka.

Ini gank liburan ke Singapore beberapa minggu lalu. Ada si teman shopping, ada si gila yang bikin ketawa, ada si teman yang cuman ketemu di tempat makan tapi bikin senengnya setengah mati, ada yang sempat terjadi drama gara-gara kepisah di jalan, ada yang berantem cuman gara-gara loker baju... Hehehe.

Liburan bareng emang bikin kita makin kenal karakter seseorang.
Jujur aja, Singapore kali ini bikin saya terkejut.
In a good way and bad way, i took it as my lesson.

But still.. I love you all guys.. For making my life more colorful in 3 days.

No.280

It's over
You don't need to tell me
I hope you're with someone who makes you feel safe in your sleeping tonight

It's over, I knew it would end this way
I hope you're with someone who makes you feel that this life is the night
And it settles down, stays around
Spends more time with you.


*Buat gue lirik lagu ini cukup mewakili apa yang ingin gue bilang ke beberapa orang di hidup gue.

"am happy for you and i hope you have a great journey and i appreciate every moment we had"

PS: Sir No.281 ini adalah salah satu musisi yang paling saya kagumi di dunia. Sepatu ini adalah salah satu sepatu kolaborasi band dia dengan Converse. I always love a guy with converse, sir ;)

No.279

Satu tentang gue yang gue pun sampe hari ini masih suka gak ngerti: gue bisa ketemu orang baru dan ngobrol 10 menit lalu bisa punya feeling kalau gue akan jadi temen deket sama orang itu.

Mungkin itu yang namanya chemistry. Sesuatu yang gue gak bisa jelasin, cuman bisa gue rasain.

Dia bilang gue kayak magnet, bikin orang ketarik mendekat. Gue gak tau siapa narik siapa tapi yang pasti kalau dia kulkas, gue tempelan kulkas yang biasa jadi oleh-oleh orang liburan.. :)

Gue kenalan sama anak ini kayaknya baru dua bulan lalu, ketemu sekali-sekali tapi selalu punya bahan obrolan yang menarik. Seperti biasa Tuhan tau cara menyemarakkan hidup gue dengan mengirimkan orang-orang yang extra-ordinary, bisa dari kisah hidupnya, pekerjaannya ataupun pola pikirnya.

Anak ini secara background kehidupan keluarga agak mirip gue, pekerjaannya sesuatu yang gue gak terlalu paham tapi jalan menuju dia yang sekarang cukup menarik untuk disimak, dia senang bercerita, dia punya istilah-istilah khas yang bikin gue kadang niru cara ngomongnya dan banyak cara pikir dia yang persis sama dengan cara pikir gue.

Suatu hari dia bilang ke gue kalau menurut dia gue itu "kurang berusaha" di dalam hidup gue ini.

Cukup bikin shock ketika orang yang baru kenal bisa-bisanya bicara begitu, walau gue tau di hidup gue ini, udah banyak yang komentar seperti itu tentang gue.

Di Desember 2012 ini akhirnya gue banyak melakukan perubahan sikap dan perenungan dan perencanaan masa depan. Apa yang terjadi di hidup gue akhir-akhir ini emang ada maksudnya. Up and down yang gue alamin itu semuanya membuka mata gue dan dengan tambahan anak ini sebagai salah satu pasukan pembuka mata saya, sepertinya 2013 akan jadi tahun yang berbeda untuk hidup gue.

So... Thank you, Mr.280.



No.278

He's just being himself.

But it's hard for me to accept that.

Now am in the middle of battle between my head and my heart.
Whether I'll stay or better for me to leave.

At the end, it's me that complicated things. It's me that playing victim but deep down my heart i know, somehow i don't deserve this but other part of me always said the same sentence: he's just being himself, try to embrace it.

Maybe not now. Maybe never forever. Or maybe i will accept it, tomorrow or next week or next month.

Still don't know.

If you really care to someone, you will easily hurt by what they've done to you, even though deep down your heart you know, you can't change someone's habit or attitude, you just need to accept that person, the whole package. Or leave.

That simple.

#ohwell


No.277

Batik ada keahlian pemilik sepatu ini.
Kalau denger dia bercerita soal batik, rasanya campur aduk. Ada bangga, kagum, pengen punya, sedih, semua perasaan itu muncul jadi satu.

Buat aku, mbatik adalah salah satu art
paling keren yang dimiliki negara ini.

Ini yang bikin bangga dan kagum: Bayangin aja dari kain warna putih polos, lalu dengan menggunakan canting berisi
malam, pembatik mulai menorehkan motif batiknya sampai penuh semua kain itu. Lalu dimulailah proses pewarnaan. Bayangin kalau ada 5 warna di kain batik itu, maka akan ada 5x proses nyanting dan warnain dan inilah yang kita sebut dengan detail dan kerja keras. kebayang gak ngerjain sesuatu yang rumit seperti ini, kalau bukan passion dan cinta, apalagi coba? buat saya, pembatik adalah orang yang paling keren!!!

Lalu apa yang bikin sedih? Bahwa kenyataan anak muda jaman sekarang kurang appreciate kain ini. Semua ini bisa dimaklumi karena batik itu kesannya tua dan gak fun.

Tapi yang bikin sedih adalah orang-orang yang gak peduli batik tulis dan batik cap. Yang sengaja beli batik print dengan alasan murah dan lebih rapi.

Padahal kalau saja mereka tau, batik cap dan tulis ada yang harganya 100ribu kok. Dan mestinya kita semua berpikir bahwa 1 batik tulis atau cap yang kita beli adalah sedikit diri kita membantu hidup para pengrajin batik karena kenyataannya saat ini sudah banyak usaha batik yang tutup dikarenakan makin kesini generasi mudanya makin gak tertarik mbatik.

:(

Aku biasa belanja batik di sebuah tempat di Jakarta, disitu sering ada banyak pengrajin batik dari daerah, mereka jual batik cap seharga 50ribuan sampe ada yang mahal.

Kalau mengacu ke batik tulis yang ada di mall atau keluaran desainer terkenal, memang benar mahal berjuta-juta karena itu batik tulis halus kualitas nomor satu.

Tapi kan kalau mau buka mata, bisa aja beli yang terjangkau dan satu kain yang dibeli sudah membantu pengrajin itu.

Ada dua hal yang gue harap bisa gue lakukan: menggambar dan mbatik satu kain dengan banyak warna.

Gue gak bisa. Hanya bisa mengagumi saja... Gue harap art yang ini gak punah, gue harap masih ada anak muda yang mau nerusin art ini, karena batik ini terlalu keren untuk gak dinikmati banyak orang.

*andai semua peduli tapi kan selera orang gak bisa dipaksa dan itu kalau bukan their thing yaaaa acu bisa bilang apa?