Wednesday, December 28, 2011

No.231


ini adalah sepatu milik seorang wanita yang menjadi idaman banyak pria di Jakarta...

setiap melihat wanita ini, gue selalu berpikir bagaimana mungkin gue dan dia bisa memiliki usia yang sama, tapi cara berpikir dan tingkah lakunya sangat sangat berbeda jauh...

seperti gue itu masih 14 taun sementara seharusnya gue sudah mature seperti wanita ini...

akhir-akhir ini gue sering pergi sama dia dan rupanya sedikit banyak, terselip nasihat-nasihat yang muncul darinya... dari mulai cara makan, attitude, fashion dan masih banyaaaaakkkk lagiiii *haduuuu banyak amat yang perlu dibenahin dari diri saya ini ya, kak :p

sementara itu, gue menemukan banyak pelajaran menarik dari wanita ini, yang sepertinya akan bagus kalau gue terapkan di hidup gue.

yang paling GUE SUKA adalah: tidak terlalu sering share kehidupan pribadi/pemikiran/kegalauan/problem yang dimiliki di dunia maya ataupun obrolan sehari-hari...

menjadi misterius adalah pilihan yang tepat (seperti wanita ini)
karena gue akuin sharing itu menyenangkan tapi bisa jadi senjata makan tuan ke diri sendiri...


suatu hari gue bertanya kepada wanita ini, kenapa sik twitternya jarang dimainin?

jawaban dia: "gue bukan orang yang bisa mengekspresikan/menceritakan apa-apa yang gue rasain/alamin di hidup gue"

dalam hati gue bertanya-tanya: mungkin gak ya gue merubah image gue yang gloomy ini menjadi misterius dan tidak drama lagi?

*kalau ini kuis di TV dimana pertanyaan gue tadi dijawab sama 100 peserta kuis, gue yakin banget semuanya kompak jawab: GAK MUNGKIIIINNNN!!

hhhhkkkkh.... '__'

PS: wanita ini sedang mempunyai misi untuk merubah gue menjadi perempuan dengan kelakuan yang sesuai umur dan bertingkah laku dewasa. dia bilang, ini adalah salah satu proyek 2012 dia... hehehe.. mari kita lihat apakah dia berhasil dengan niatnya itu...

No.230

Kadang-kadang gue sengaja bertingkah silly atau melakukan hal-hal bodoh.

It's very entertain to find out how people easily judge people by its cover.

.
buat gue, ini cara mudah screening orang,
apakah mau disimpan di hidup kita
atau dijadiin kenalan biasa aja

we do judge a book by it's cover.
but... not in the first place...
after we open the first page, second, ect...
then it's time for u...
to judge.

No.229


Lama tidak menulis dan tiba-tiba hadirlah No.229 si kaki gloomy... se-gloomy hujan sebelum jam 7 pagi, salah satu jenis hujan yang paling dibenci orang karena bikin males pergi ke kantor...

Gimana ya cara memulai tulisan ini tanpa berkesan menye-menye, sesuatu yang sudah lama (BERUSAHA) gue tinggalkan....

Mungkin untuk memudahkan gue bercerita, secara singkat gue bisa katakan bahwa ada sebuah peristiwa yang membuat sedih.

Yaitu kenyataan bahwa salah satu orang yang paling gue percaya di muka bumi ini, ternyata selama ini memandang gue dengan penuh rasa kasian.

:(

Gue benci dikasihani orang.

Dan gue baru tau bahwa selama ini, di balik semua ketawa-ketawa itu, semua jalan-jalan itu, semua email, BBM dan saling bertukar cerita, dia memandang mata gue dan menemukan kenyataan bahwa gue adalah perempuan yang selalu sedih. yang ketawa-tawa dengan menyimpan kesedihan di hati gue. yang belum ngikhlasin sesuatu hal.
perempuan yang dia kasihani.

Ini menyebalkan.
Gue pikir gue sudah berhenti drama.
Tapi di mata dia, gue adalah makhluk sedih.
Lalu buat apa semua ketawa-ketawa yang kita ciptakan?
Kalau di pikiran dia, gue hanya pura-pura seneng?

Padahal gue baru mulai percaya bahwa keadaan hidup gue sudah berubah banyak bila dibanding 2-3 tahun lalu...
Tapi semua kepercayaan itu langsung ilang seketika ketika kalimat "kasian" itu muncul.
Yang ada hanya pemikiran mendalam tentang apa yang belum gue ikhlasin dan apa yang membuat gue sedih selalu... (yang bahkan gue gak tau jawabannya apa)

Mungkin loe semua akan ngomong: kalau gak ngerasa ya udah kali gak usah dipikirin... toh yang tau diri loe kan cuman loe...

gue gak bisa.

i just can't