Wednesday, March 13, 2013

No.294

"Lagi deket sama si No.294 ini yah?"

*tiba-tiba suatu malam seseorang menanyakan hal itu pada saya

"Enggak kok..."

"Masa? Kok beberapa kali keliatan bareng-bareng melulu?"

*menghela nafas sejenak, saya berpikir, jawab apa lagi ya? Tiba-tiba tergerak ingin mengatakan yang sejujurnya..


"Ibarat hati saya itu kertas putih diwarnai hitam pake crayon, No.294 ini datang menbawa crayon putih. Dia coba timpa si warna hitam itu sehingga warnanya agak sedikit berubah menjadi abu-abu..
Warnanya gakkan berubah jadi merah, biru, kuning atau hijau juga.. Dia akan tetap abu-abu. Tapi untuk saya, abu-abu sudah cukup untuk saat ini"


Rupanya sang penanya belum puas..

"Gue bisa gak ikutan warnain hati loe?"
"Mmm.. gak bisa. kayaknya cuman berlaku buat orang ini deh.."
"I could be light grey, satu warna dibawah abu-abu..." (sambil senyum memikat banget duuuuh yah!!)
Lalu saya speechless.
Melihat saya terdiam, dia bertanya lagi:
"Can i make you red blue yellow or green?"

"Ummmm...no"

*dan kami berdua tersenyum satu sama lain, menyadari bahwa jawaban saya sudah menjelaskan segalanya.


saya menatap langit-langit, andai bisa ingin saat itu juga langsung teriak:

Hey dewa logika!!
See?! Am doing my homework here.. !!

Hhhhhhfffft.




Monday, March 11, 2013

No.293


Temanku adalah pemberi nasehat terbaik.
lalu aku mencoba menuruti semua ucapan mereka.
karena aku tau, mereka manusia logika, aku manusia hopelessly romantic.
aku butuh logika.
sayangnya aku Agnes Monica (Takada Logika) --- gak lucu yah? hehehe..

hari demi hari aku jalani, dengan semua logika yang aku jadikan dewa.
aku sembah dia, aku jadikan dia pedoman hidupku.

tapi kenapa sedih itu tidak kunjung hilang.
kenapa semua yang aku pikirkan beda rasanya dengan semua ajaran dari dia yang aku sembah?

lalu pada suatu hari, hal yang aku hindari terjadi. 
dia yang menjadi sumber kesedihanku, minta bertemu.
berbekal dewa baruku, aku menuruti ajakannya.
sepanjang malam itu, aku bertingkah sesuai standard prosedur manusia-manusia logis.
sang dewa tersenyum penuh bangga melihat kemajuan anak didiknya...

mendekati ujung perjumpaan, hatiku berontak. dewa aku berperang melawan sifat dasarku.
peperangan batin itu akhirnya dimenangkan oleh diriku yang sesungguhnya.

dan terjadilah semua yang tabu itu...
aku katakan semua yang aku pikir perlu aku katakan.
karena aku ingin lega.
karena aku ingin setelah ini berakhir, keadaan tetap baik-baik saja.
karena aku ingin A B C dan aku ingin dia tahu semua itu. 

di akhir kata, aku bilang padanya:
"sebenarnya aku tidak suka harus bicara seperti ini sama kamu. ini adalah sesuatu yang di luar logika orang-orang, sesuatu yang salah di mata banyak orang. aku ingin bisa seperti mereka tapi ternyata aku gak bisa bohong dan aku hanya ingin kamu tau apa yang aku rasakan sesungguhnya"

setelah itu, hanya lega yang tersisa.
aku plong. walau dewaku mendelik marah dari pojok sana..

aku yang menjalani ini semua ternyata punya cara sendiri menuju ke arah yang lebih baik itu.
caraku mungkin berbeda, sesuatu yang kurang bisa dibanggakan untuk orang seusiaku.
tapi aku pikir, yang penting hasilnya nanti sesuai harapan. 
karena aku percaya kalau kita mau berusaha, pasti nanti ada jalannya. 

setelah dewa baruku reda dari amarahnya, sambil memberanikan diri, perlahan aku berkata padanya:
"peristiwa ini bikin aku sadar, aku itu rupanya harus ikhlas menerima diriku apa adanya. itu saja dulu.
aku harus sadar dulu bahwa kalau memang tidak bisa berubah, at least aku harus bisa mengendalikan diriku. jujur saja, untuk bisa mengikhlaskan ini sangatlah sulit. dam saat ini aku sedang berjuang untuk bisa menekan sifat itu sekuat tenaga dan mengontrol diriku..."

dewa baruku, dia hanya terdiam.
aku tidak paham apakah dia bisa menerima penjelasanku...
atau dia kecewa padaku...
hanya saja ini yang aku inginkan saat ini...
ini yang terbaik..
ini yang melegakan.


am good now..
:))




No.292


seorang teman saya berkata dengan lantang:  
"loe belum hidup kalau belum gesrek karena cinta!!"

:)) 

saat itu kita sedang membahas kisah dua orang pemilik sepatu ini, 
mereka adalah Pat and Tiff dari film Silver Linings Playbook.

Pat dan Tiff adalah contoh dua manusia gesrek, hancur lebur karena cinta, sesuatu yang saya yakin pernah dialami semua orang tapi tiap orang beda-beda juga cara menyikapinya.

ini mungkin kisah fiksi belaka. 
tapi somehow saya bisa merasakan getir pahit gak enaknya jadi Tiff.
buat orang lain, mungkin masalah yang kita hadapi itu sepele. 
sesuatu yang bisa diikhlaskan dengan segera. 

tapi orang suka lupa. manusia itu beda-beda. 
dan orang suka cepat menghakimi orang lain, hanya karena dia gesrek, 
buat orang lain dia drama atau payah.
hanya karena cara dia menyelesaikan masalah, berbeda dari orang kebanyakan.

untungnya saya dikelilingi banyak orang-orang gesrek.
melihat mereka dan permasalahannya masing-masing,
seperti ngasih tau saya bahwa masih banyak hal lain yang lebih penting dipikirin. 
bersama mereka, saya belajar jadi orang yang lebih kuat,

dipikir-pikir, yang kacau itu karena saya lebih peduli sama gesreknya diri ini,
saya sampai lupa kalau saya itu masih punya SAYA,
yang harus diurusin dan dijaga baik-baik.



“life is random and fucked-up and arbitrary, 
until you find someone who can make sense of it all for you"  
(SLP)

Friday, March 1, 2013

No.291

Selamat datang bulan Maret 2013

Usia saya akan memasuki 33 tahun di bulan ini..

Dengan permasalahan hidup seperti anak umur 20 tahun :p

Saya rasa semua terjadi karena ada maksudnya..

Tahun ini akan saya jalani dengan berbeda.

Sudah saatnya jalan hidup ini saya rubah.

Saya tau, jalannya pasti ada banyak lika-likunya. Tapi saya mau coba tempuh sekuat tenaga semampu saya..


"Manusia itu kalau lagi sedih biasanya malahan lebih kuat. Sekarang saya baru sadar kenapa Tuhan nyiptain sedih buat kita"

:)

Tuesday, February 26, 2013

No.290

saya pikir semua sudah tau istilah yang mengatakan bahwa hal kecil di mata kita, bisa jadi penting di mata orang lain...

sebagai contoh: kemarin saya menerima ucapan:
happy valentine. 
saya tersenyum membacanya dan saya balas dia seperti ini:
terimakasih ya, cuman kamu yang ngucapin lho...

buat dia, mungkin itu semacam remah-remah kue, sesuatu yang dia ucapkan ke banyak orang..
buat saya, ucapan itu semacam kue ulang tahun :')

kemudian, pada suatu masa di kehidupan saya, dimana saya sedang merasa kesepian, saya bagaikan tersengat listrik dengan perhatian-perhatian kecil yang muncul dari seseorang.
kehadiran dia mungkin kalau diistilahin udah bukan kue ulang tahun lagi tapi semua kue dari satu toko kue Harvest :p

saya tau, saya salah karena saya tidak "built a wall" dengan benar sehingga pertahanan saya runtuh...
saya juga tidak bisa berpikir jernih, apakah ini kemudian menjadi perasaan suka ataukah hanya mixfeeling belaka?
saya pikir ini hanya karena saya kesepian lalu semua yang main-main ini saya anggap nyata...

kalau saya bisa putar balik waktu, saya ingin memanggil semua kontraktor terkenal di Indonesia, saya ingin mereka bangun dinding dengan kokoh dan terjamin tidak akan runtuh.. dinding yang mengelilingi saya dan perasaan saya.

saya tidak bisa jauh dari orang ini.
sesederhana saya menemukan kesenangan setiap bersama dia.

sebenarnya saya sudah mulai yakin bahwa ini cuman mixfeeling. 
tapi semua sudah terlambat.
waktu tidak bisa diputar.
saya tidak punya kontraktor.
dan dinding sudah runtuh

mungkin dia tidak ingin bertemu saya lagi.
ini teori sok tahu saya.
mungkin dia gak sanggup melihat mata sedih saya, hasil karyanya yang tidak pernah dia sengaja tapi sudah terjadi
atau mungkin sesederhana dia ilfil sama saya dan expired-lah saya kini...

ibarat kue, ini sudah bukan remah-remah lagi..
ini kardus kue ulang tahun, ada beleberan bekas coklat,
dan saya tidak sanggup buang kardusnya...
mungkin belum sanggup saat ini..

dan bila ini semua sebenarnya adalah perasaan suka,
saya pikir saya harus ikhlas menerima kenyataan bahwa saya ditolak.

Tuesday, February 12, 2013

No.289



laki-laki...

sampai kapanpun saya tidak akan bisa mengerti mereka...

sampai kapanpun saya tidak pernah berani berpikir saya bisa menaklukan mereka..

mereka membuat saya takut untuk merencanakan masa depan..

mereka membuat saya selalu berpikir untuk pergi jauh saja ke tempat dimana orang dengan kehidupan tidak normal dianggap wajar...

laki-laki...

sampai kapanpun saya benci harus mengeluarkan airmata di depan mereka...

mereka yang bersimpati terhadap airmata saya, walau mereka juga yang membuat airmata itu tumpah...


airmata.

dia muncul.
karena sedih.
karena kesal.
karena lelah.
karena merasa semua ini tidak adil.


keadilan.

kapan sih ada yang adil di dunia ini?
gak ada dan gakkan pernah ada. 


andai saya gak pernah ada, 
airmata itu tidak akan muncul
dan laki-laki.. mereka tidak perlu ingat saya sebagai bagian dari kisah hidupnya... 

laki-laki, 
kalian membuat saya takut...
semoga hanya untuk sementara.
 andaikan ini untuk selamanya,
berarti hanya sampai disini perjalanan saya bersama kalian...


"You don't have to be bad guy to depress somebody. 
You can be a good guy and do it" 
The Catcher in the Rye




Thursday, February 7, 2013

No.288

"gue selalu merasa, gue itu gak panjang umurnya.. makanya gue pengen nikah muda dan cepet punya anak"

*suatu sore yang cerah, No.288 berkata demikian. Saya terperanjat.

"Kok loe gak sedih sik sadar loe ga panjang umur? Gue aja sedih lho ngebayanginnya.."

dia senyum simpul dan menjawab: "gue gpp kok. gue ikhlas sama apa yang udah digarisin Tuhan.. Emang yah yang namanya ikhlas itu sulit tapi makin kesini makin banyak belajar..."

Lalu dia bercerita ketika bandnya main di sebuah event lalu dilemparin kaleng minuman sama penonton... di moment itu dia tetap bisa senyum dan ketawa sambil berpikir: gue harus ikhlas nih band gue dicemooh di acara ini. Ini bagian dari resiko pekerjaan gue.

Sore itu saya diberikan pelajaran hidup baru, melalui teman saya ini, mendengarkan ceritanya lalu menyadari ada hikmah yang bisa saya petik. Kisah senang, sedih, lucu, ini semua bisa jadi bahan renungan, bahan pikiran.

Karena kita gak kunjung muda, kita makin tua, makin dewasa, kita bukan lagi hanya memikirkan hura-hura belaka, kita memikirkan masa depan kita, menyelamatkan diri kita, berusaha menjadi manusia yang lebih baik, setiap harinya.


Terimakasih sudah berbagi cerita, No.288.

Tak pernah saya menduga akan mengalami sore serius bersamamu, ketika membicarakan kehidupan terasa seringan membahas konser, ketika obrolan ringan itu lalu menjadi penuh makna..

"Ikhlas"
Kata yang sederhana.
Pelaksanaannya... Sulit.
Tapi saya mau belajar.