Wednesday, August 23, 2017

No.335


Pada suatu malam, gue menangis tersedu-sedu sambil mencuci piring di wastafel dapur...

Di sela-sela tangisan dan perasaan oh betapa sad-nya aku malam ini, sebenarnya terbersit satu pemikiran....

Kenapa sik pattern kayak gini keulang lagi? Gue udah cukup bangga karena sudah cukup lama gue tidak bertindak bodoh.. Gue pikir gue layak dikalungi penghargaan "cewek of the year..." karena gue bisa membuktikan gue sudah jadi manusia yang baru...

Tapi ternyata hidup tidak semulus itu. 
Cukup satu kejadian, tiba-tiba gue balik lagi menjadi perempuan yang gagal dewasa...

Hari-hari setelah itu terasa gelap... Musim hujan sepanjang hari setia nemenin gue... 


--------


Setiap gue merenungi semua keadaan ini..
Gue selalu sampai pada kesimpulan..
Gue tuh sebenarnya gak pingin ada konflik atau drama dengan siapapun terutama orang-orang dekat gue..
Gue sadar banget sudah terlalu banyak keilangan orang...
Dan semuanya karena gue gak mampu MENGENDALIKAN DIRI SENDIRI..


Gue akui... selama ini gue feel good... karena kehadiran mereka...
Mereka bisa membuat gue terlihat lebih baik di mata orang-orang...

Gue merasa lebih baik bukan karena kehadiran diri gue sendiri...
Tapi karena adanya mereka yang membuat gue merasa spesial. 

Padahal... mungkin gue gak spesial...
Mungkin memang gue ditakdirkan menjadi biasa-biasa saja, tidak spesial untuk orang lain... 

Apapun itu, yang harus gue garis bawahi adalah... KENAPA MENEMPATKAN KEBAHAGIAAN DIRI GUE DI TANGAN ORANG LAIN? SEGITU GAK PERCAYA-NYA GUE SAMA DIRI GUE SENDIRI? 

Sedih... Jawabannya: YA. Gue bener-bener gak punya kepercayaan diri. 

BETAPA SALAHNYA POLA HIDUP GUE SELAMA INI!

--------

Sekarang gue (seperti biasa) berusaha merapikan keadaan yang udah terlanjur acak-acakan.
Gue harus Hadapi sendiri... Pikirkan sendiri... Selesaikan sendiri.


Mungkin pelan-pelan gue Akan Berubah...
Atau mungkin Tidak Berubah tapi Tidak Bertingkah...

Sepertinya... pilihan yang kedua lebih masuk akal untuk saat ini.  







Wednesday, August 2, 2017

No.334

Terlalu lama gue pergi dari blog ini…
Gue sama aja dengan manusia lainnya… gak ada yang long-lasting... pada akhirnya mereka pasti pergi. 

Mungkin sebenarnya gue tidak ingin pergi pada saat itu...
Tapi terlalu banyak kerusakan yang terjadi…
Dan blog ini yang sebenarnya selalu menemani gue, gue tinggalkan begitu saja...

Selama gue pergi, gue sering memikirkan blog ini..
Berkali-kali gue buka dan siap menulis tapi berkali-kali juga niat itu berhenti di tengah jalan.

Kadang gue baca ulang kisah-kisah terdahulu, hanya untuk meresapi semua yang pernah mengisi hidup gue... baru sadar.. beberapa masih melekat di hati dan pikiran gue.. 

Ternyata memang sekuat itu manusia bisa mempengaruhi manusia..
Dulu gue membuat blog ini karena gue mencintai dan mengagumi manusia lain SEBESAR itu…
Gue bertemu mereka, menemukan sesuatu dari mereka, lalu menuliskan kisahnya.. 
Karena mereka terlalu berharga untuk gue… gue ingin sekeping mereka tetap menjadi bagian dari hidup gue..

Tapi memang benar.... Tidak baik mencintai terlalu banyak. 
Manusia berubah. 
Dan tanpa gue sadari, gue pun sudah berubah…

Anyway.. am back…
Dan alasan kenapa gue vakum mungkin akan gue ceritakan besok-besok…

We’ll see 


Tuesday, March 31, 2015

No.333

Awalnya gue pikir sama dia itu bakalan cuman temen selewat doang.

Tapi setelah hidup ini dijalani, lama-lama kerasa kalau sebenarnya yang orang baik dan enak buat temenan itu, salah satunya ya dia.


Akhirnya mata gue kebuka lebar-lebar 

:))

Monday, March 16, 2015

No.332

Sepertinya gue menyukai diri gue dengan maksimal saat Oktober-November 2014, gue diet ketat dan berhasil turun 13 kg.

Di masa itu gue hanya fokus ke diri gue sendiri. Bener-bener gak peduli sama orang-orang yang tadinya gue pikir penting. 

Sayang sekali akhir-akhir ini tekad gue mulai kendor, mulai lemah lagi sama makanan and males olahraga trus mulai sibuk lagi mikirin orang lain. 

Gue mau balik lagi ke masa Oktober-November 2014 itu... Masa dimana gue beneran jadi orang yang "heartless"

Walau gue gak suka tapi gue harus akui, gue menjadi orang yang lebih beres saat gue tidak memikirkan orang lain secara berlebihan. Atau mungkin di kasus gue saat ini, gue memaksa diri gue untuk berenti mikirin orang lain... 

Mungkin baiknya begitu aja mulai sekarang...


Wednesday, February 11, 2015

No.331



kemarin gue nonton ulang A Walk To Remember.
Banyak dialog di film ini yang membuat gue berpikir. 
Salah satunya adalah saat mereka membahas mengenai "faith"

ada satu adegan dimana Landon berkata: 
"Jamie has faith in me. She makes me want to be different, better." 

tetiba gue menyadari sesuatu! 
 selama ini gue punya faith terhadap seseorang. 
tapi gue baru sadar kalau cara pikir gue itu salah.

buat siapa faith gue itu?
 rupanya hanya buat gue sendiri.
bertujuan untuk membahagiakan siapa?
diri gue sendiri.
 apakah gue memikirkan dia?
awalnya gue pikir IYA tapi setelah dipikir kembali, rupanya TIDAK


ada adegan Landon bacain buku saat Jamie sedang terbaring sakit.. Tulisan di bukunya ini:

"Find out who you are, and do it on purpose."

gue pikir...
gue masih harus mencari tahu siapa gue..
dan mulai saat ini, gue harus siap menempuh semuanya..
tanpa embel-embel faith atau cinta atau apapun itu...
karena gue harus mengenal dulu satu orang paling penting untuk gue...
yaitu gue sendiri.





if only this person has a faith on me, but apparently he's not :( 



Sunday, January 18, 2015

No.330


"Gimana kalau gue balik lagi ke labirin yang sama..."

"Apa yang loe rasain saat loe lagi di dalam situ?"

"Gak enak... I feel... lost"

"Nah.. Masa loe gak belajar dari pengalaman loe yang kemarin?"


*ini adalah penolakan tanpa kalimat panjang yang dibikin enak didengar tapi cukup dengan caranya mengajarkan gue untuk memakai logika...


Kalau kita bicara cinta, bisa dibilang gue udah menyerah..
Saat ini gue sedang berjuang menjadi teman yang sebenarnya buat loe.. 
Yang gak pake embel-embel lain selain: teman.

Berjuta kali gue sebenarnya menyerah saat berusaha jadi teman loe... Tapi hati gue yang paling dalam selalu menyemangati, dia bilang gue pasti bisa berubah. 

Loe itu manusia yang baik... Makanya saat ini gue berjuang habis-habisan, demi kenyamanan kita berdua..

Maafin perasaan gue ini... 
Andai loe tau betapa bebalnya dia..
Walau setelah gue pikir lagi, gue yakin loe tau itu. 


Tuesday, December 23, 2014

No.329

Suatu hari gue dan dia membahas soal cinta..

Gue bilang: "sekarang gue diem aja lah nanti juga ilang sendiri perasaannya..."

Lalu dia menjawab:
"Gak! Itu gakkan ilang. MenCintai itu kayak virus yang ada di dalem tubuh. Kalau loe bisa jaga 'kesehatan', virus itu diem aja gakkan gangguin loe...
Tapi kalo loe gak jaga 'gaya hidup' loe, penyakit loe bisa kambuh lagi..."




Begitulah kira-kira cinta dari sudut pandang dia.. :-)) gue suka perumpamaan yang dia bikin ini... At least untuk sesaat gue tersadar, oke.. gue mau sehattttt !!!