Tuesday, May 7, 2019

No.154

Awalnya masih usaha ingin memperbaiki keadaan.
Ingin bisa seperti dulu lagi.
Tapi usaha yang kulakukan untuk mereka, sepertinya tidak membuahkan hasil. 

Akhirnya gue memutuskan untuk berhenti berusaha. 
Dan gue siap untuk melepas mereka bertiga, untuk selamanya

Kalian terlalu berharga. 

Gue tidak akan pernah punya lagi yang seperti kalian sampai kapanpun. 

Selamat tinggal. 




All my bags are packed
I'm ready to go


Monday, March 18, 2019

No.153

Bisa dibilang gue udah kagum sama orang ini dari awal-awal ketemu.

Gue liat dia pekerja keras, konsisten dan banyak karyanya yang gue suka banget.

Dunia kerja dia super glamor. Gue pernah juga bersentuhan dengan berbagai tipe manusia di dunia itu. Dari sekian banyak orang yang gue temui, dia adalah salah satu yang paling humble dan gak pernah berubah dari dulu.

Suatu hari dia bikin tulisan di ig storiesnya tentang sebuah issue sosial yang lagi marak di keseharian kita semua.

Gue suka tulisannya. Dan mudah-mudahan bisa selalu jadi pengingat buat gue juga.

"As long as i remember, i always being myself. I never pretend to be something I'm not to get validations from people i don't know. 

You should try it: being yourself.
But if you do, it will get lonely sometimes. 

But in social media era, when visage is more important than core, owning yourself is the ultimate luxury. Last time i checked, being authentic is never out of fashion."



No.152

Setiap kali mengalami kejadian gak enak, gue selalu inget ucapan dari pemilik sepatu No.152 ini.


"Mana mungkin Tuhan salah beri keadaan."


Dan kita sebagai manusia..

Kita hanya perlu terus melanjutkan hidup sampai menemukan hikmah dari ini semua.





Wednesday, August 2, 2017

No.151

Terlalu lama gue pergi dari blog ini…
Gue sama aja dengan manusia lainnya… gak ada yang long-lasting... pada akhirnya mereka pasti pergi. 

Mungkin sebenarnya gue tidak ingin pergi pada saat itu...
Tapi terlalu banyak kerusakan yang terjadi…
Dan blog ini yang sebenarnya selalu menemani gue, gue tinggalkan begitu saja...

Selama gue pergi, gue sering memikirkan blog ini..
Berkali-kali gue buka dan siap menulis tapi berkali-kali juga niat itu berhenti di tengah jalan.

Kadang gue baca ulang kisah-kisah terdahulu, hanya untuk meresapi semua yang pernah mengisi hidup gue... baru sadar.. beberapa masih melekat di hati dan pikiran gue.. 

Ternyata memang sekuat itu manusia bisa mempengaruhi manusia..
Dulu gue membuat blog ini karena gue mencintai dan mengagumi manusia lain SEBESAR itu…
Gue bertemu mereka, menemukan sesuatu dari mereka, lalu menuliskan kisahnya.. 
Karena mereka terlalu berharga untuk gue… gue ingin sekeping mereka tetap menjadi bagian dari hidup gue..

Tapi memang benar.... Tidak baik mencintai terlalu banyak. 
Manusia berubah. 
Dan tanpa gue sadari, gue pun sudah berubah…

Anyway.. am back…



Tuesday, March 31, 2015

No.150

Awalnya gue pikir sama dia itu bakalan cuman temen selewat doang.

Tapi setelah hidup ini dijalani, lama-lama kerasa kalau sebenarnya yang orang baik dan enak buat temenan itu, salah satunya ya dia.


Akhirnya mata gue kebuka lebar-lebar 


Tuesday, December 23, 2014

No.149

Suatu hari gue dan dia membahas soal cinta..

Gue bilang: "sekarang gue diem aja lah nanti juga ilang sendiri perasaannya..."

Lalu dia menjawab:
"Gak! Itu gakkan ilang. Mencintai itu kayak virus yang ada di dalem tubuh. Kalau loe bisa jaga 'kesehatan', virus itu diem aja gakkan gangguin loe...
Tapi kalo loe gak jaga 'gaya hidup' loe, penyakit loe bisa kambuh lagi..."




Begitulah kira-kira cinta dari sudut pandang dia.. :-)) gue suka perumpamaan yang dia bikin ini... At least untuk sesaat gue tersadar, oke.. gue mau sehattttt !!!


Monday, December 15, 2014

No.148

Akhir-akhir ini gue hobi flashback ke masa lalu gue...

Karena gue percaya bahwa gue yang sekarang ini kebentuk dari gue yang dulu, keluarga gue, temen-temen yang gue pilih dan semua pengalaman hidup gue yang lalu-lalu..

Hasil dari flashback itu adalah gue menemukan banyak pengulangan kejadian. Yang membedakan hanya objek, waktu dan lokasi aja. 

Kalau mau dirangkum kira-kira begini: 

1. perasaan memiliki gue kadang berlebihan. 
contoh: kelas 6 SD gue sebel sama pacar kakak gue soalnya kakak gue jomblonya lumayan lama and selama dia jomblo dia sama gue terus..
Trus pas punya pacar diapun jarang ajak gue main lagi, which is don't we all?? 
Terulang lagi pas kuliah: selalu barengan sama seseorang sampai lama-lama mixfeeling trus pas dia deket sama orang, gue merasa ditinggalin
Terulang lagi pas kerja: same old same old F stories..

2. gue suka sama yang namanya perasaan SEDIH.
Sepanjang yang gue inget, waktu kecil itu kalau gue sedih biasanya gue telen. Terus gue distract ke baca buku.
Pas SMP kelas 3 gue putus pacaran terus sedih banget tapi gue piara perasaannya.
Pas SMU kelas 3 kejadian lagi.
Pas kuliah: OH My God!! Masihhh donggg... 
and the rest.... Same old same old F stories..

3. High expectation
Gue pikir temen-temen baik gue akan selalu menjadi teman baik buat gue. Tapi kan nyatanya enggak. Bisa aja kita jalan ke arah yang berbeda dan gak bisa dipaksain untuk terus akrab.
Gue pikir orang-orang yang gue andalkan akan selalu bisa diandalkan. Tapi dunia semakin tua, orang-orang berubah, gue juga berubah... 
Gue pikir kalau gue baik, orang lain gakkan jahat sama gue. Definisi jahat itu apaaa? Bisa jadi gue bilang jahat karena gue high expectation ke mereka.. Makanya akhirnya kecewa. Salah siapa?

4. Hobi merumitkan keadaaan
Udah tau gak mungkin, masih aja diusahain
Udah tau mestinya diem, masih aja dibahas
Udah tau mestinya pergi, masih aja mau fight
Udah tau jangan kepancing, masih aja gak mau kalah
Gue gak ngerti kenapa susah banget untuk gue bikin simple semua hal. Aselik!

5. Gue punya satu pemikiran kacau yang sepertinya paling merusak diri gue. Waktu kecil (sampe sekarang) gue selalu berpikir begini: nanti pasti hidup gue akan baik-baik saja. Dan pemikiran ini terus mengendap di otak gue. 
Salah banget. 

Mestinya kata "nanti" dan "akan" gak pernah ada disitu. 


Setelah semua flashback ini, gue memikirkan siapa saja yang akhirnya pergi, berapa banyak kerugian yang gue timbulkan dan bagaimana masa depan gue nanti.. 


Sungguh bukan hal yang enak untuk dipikirin. 
Dan pertempuran melawan diri sendiri pun masih berlangsung... 
Gue gatau siapa yang menang nantinya... 
Tapi gue berharap akal sehat gue yang tersisa 20% itu bisa mengalahkan 80% kerusakan yang sudah terjadi.