Tuesday, August 31, 2010

No.166




gue pernah berada dalam posisi seperti ini:

pulang digotong oleh para teman baik....
merusak baju baru sahabat gue dengan muntahan...
terbangun dalam keadaan bingung karena "Kok gue udah ada di rumah lagi??"
bersyukur karena gue beneran berakhir di rumah gue... Bukan di kamar orang lain...
berlutut di depan toilet...menunggu rasa gak enak itu keluar...
tentunya dengan airmata karena gue gak suka yang namanya muntah!
ngajak ngomong orang lain yang gak dikenal...
tidur di tengah keramaian...
izin masuk kantor siang karena gue mau party di malam harinya...
dipijitin belakang lehernya oleh orang yang tidak dikenal yang mungkin iba melihat ketidakberdayaan gue...

makin kesini....
gue makin heran....
kenapa gue jadi bersahabat dengan dia ya??
kenapa gue gak bisa menahan diri?
apakah dia beneran bisa jadi sahabat baik gue??
ataukah pertemanan kita hanyalah sesuatu yang semu???
walaupun dia... sudah terbukti...
selalu ada buat gue....
di saat senang dan sedih gue!

tapi ada 1 kalimat yang sering diucapkan oleh si sepatu hitam di no.152

"udaaaah deh, daripada loe gloomy gloomy melulu gak jelas, mendingan loe mabokin aja. trus hepi deh loe..."

saat ini, kalimat si sepatu hitam di no.152 terngiang-ngiang dengan kencang di kepala saya, berulang-ulang...

No comments:

Post a Comment