Monday, March 11, 2013

No.293


Temanku adalah pemberi nasehat terbaik.
lalu aku mencoba menuruti semua ucapan mereka.
karena aku tau, mereka manusia logika, aku manusia hopelessly romantic.
aku butuh logika.
sayangnya aku Agnes Monica (Takada Logika) --- gak lucu yah? hehehe..

hari demi hari aku jalani, dengan semua logika yang aku jadikan dewa.
aku sembah dia, aku jadikan dia pedoman hidupku.

tapi kenapa sedih itu tidak kunjung hilang.
kenapa semua yang aku pikirkan beda rasanya dengan semua ajaran dari dia yang aku sembah?

lalu pada suatu hari, hal yang aku hindari terjadi. 
dia yang menjadi sumber kesedihanku, minta bertemu.
berbekal dewa baruku, aku menuruti ajakannya.
sepanjang malam itu, aku bertingkah sesuai standard prosedur manusia-manusia logis.
sang dewa tersenyum penuh bangga melihat kemajuan anak didiknya...

mendekati ujung perjumpaan, hatiku berontak. dewa aku berperang melawan sifat dasarku.
peperangan batin itu akhirnya dimenangkan oleh diriku yang sesungguhnya.

dan terjadilah semua yang tabu itu...
aku katakan semua yang aku pikir perlu aku katakan.
karena aku ingin lega.
karena aku ingin setelah ini berakhir, keadaan tetap baik-baik saja.
karena aku ingin A B C dan aku ingin dia tahu semua itu. 

di akhir kata, aku bilang padanya:
"sebenarnya aku tidak suka harus bicara seperti ini sama kamu. ini adalah sesuatu yang di luar logika orang-orang, sesuatu yang salah di mata banyak orang. aku ingin bisa seperti mereka tapi ternyata aku gak bisa bohong dan aku hanya ingin kamu tau apa yang aku rasakan sesungguhnya"

setelah itu, hanya lega yang tersisa.
aku plong. walau dewaku mendelik marah dari pojok sana..

aku yang menjalani ini semua ternyata punya cara sendiri menuju ke arah yang lebih baik itu.
caraku mungkin berbeda, sesuatu yang kurang bisa dibanggakan untuk orang seusiaku.
tapi aku pikir, yang penting hasilnya nanti sesuai harapan. 
karena aku percaya kalau kita mau berusaha, pasti nanti ada jalannya. 

setelah dewa baruku reda dari amarahnya, sambil memberanikan diri, perlahan aku berkata padanya:
"peristiwa ini bikin aku sadar, aku itu rupanya harus ikhlas menerima diriku apa adanya. itu saja dulu.
aku harus sadar dulu bahwa kalau memang tidak bisa berubah, at least aku harus bisa mengendalikan diriku. jujur saja, untuk bisa mengikhlaskan ini sangatlah sulit. dam saat ini aku sedang berjuang untuk bisa menekan sifat itu sekuat tenaga dan mengontrol diriku..."

dewa baruku, dia hanya terdiam.
aku tidak paham apakah dia bisa menerima penjelasanku...
atau dia kecewa padaku...
hanya saja ini yang aku inginkan saat ini...
ini yang terbaik..
ini yang melegakan.


am good now..
:))




No comments:

Post a Comment