Tuesday, February 26, 2013

No.290

saya pikir semua sudah tau istilah yang mengatakan bahwa hal kecil di mata kita, bisa jadi penting di mata orang lain...

sebagai contoh: kemarin saya menerima ucapan:
happy valentine. 
saya tersenyum membacanya dan saya balas dia seperti ini:
terimakasih ya, cuman kamu yang ngucapin lho...

buat dia, mungkin itu semacam remah-remah kue, sesuatu yang dia ucapkan ke banyak orang..
buat saya, ucapan itu semacam kue ulang tahun :')

kemudian, pada suatu masa di kehidupan saya, dimana saya sedang merasa kesepian, saya bagaikan tersengat listrik dengan perhatian-perhatian kecil yang muncul dari seseorang.
kehadiran dia mungkin kalau diistilahin udah bukan kue ulang tahun lagi tapi semua kue dari satu toko kue Harvest :p

saya tau, saya salah karena saya tidak "built a wall" dengan benar sehingga pertahanan saya runtuh...
saya juga tidak bisa berpikir jernih, apakah ini kemudian menjadi perasaan suka ataukah hanya mixfeeling belaka?
saya pikir ini hanya karena saya kesepian lalu semua yang main-main ini saya anggap nyata...

kalau saya bisa putar balik waktu, saya ingin memanggil semua kontraktor terkenal di Indonesia, saya ingin mereka bangun dinding dengan kokoh dan terjamin tidak akan runtuh.. dinding yang mengelilingi saya dan perasaan saya.

saya tidak bisa jauh dari orang ini.
sesederhana saya menemukan kesenangan setiap bersama dia.

sebenarnya saya sudah mulai yakin bahwa ini cuman mixfeeling. 
tapi semua sudah terlambat.
waktu tidak bisa diputar.
saya tidak punya kontraktor.
dan dinding sudah runtuh

mungkin dia tidak ingin bertemu saya lagi.
ini teori sok tahu saya.
mungkin dia gak sanggup melihat mata sedih saya, hasil karyanya yang tidak pernah dia sengaja tapi sudah terjadi
atau mungkin sesederhana dia ilfil sama saya dan expired-lah saya kini...

ibarat kue, ini sudah bukan remah-remah lagi..
ini kardus kue ulang tahun, ada beleberan bekas coklat,
dan saya tidak sanggup buang kardusnya...
mungkin belum sanggup saat ini..

dan bila ini semua sebenarnya adalah perasaan suka,
saya pikir saya harus ikhlas menerima kenyataan bahwa saya ditolak.

No comments:

Post a Comment