Wednesday, December 28, 2011

No.229


Lama tidak menulis dan tiba-tiba hadirlah No.229 si kaki gloomy... se-gloomy hujan sebelum jam 7 pagi, salah satu jenis hujan yang paling dibenci orang karena bikin males pergi ke kantor...

Gimana ya cara memulai tulisan ini tanpa berkesan menye-menye, sesuatu yang sudah lama (BERUSAHA) gue tinggalkan....

Mungkin untuk memudahkan gue bercerita, secara singkat gue bisa katakan bahwa ada sebuah peristiwa yang membuat sedih.

Yaitu kenyataan bahwa salah satu orang yang paling gue percaya di muka bumi ini, ternyata selama ini memandang gue dengan penuh rasa kasian.

:(

Gue benci dikasihani orang.

Dan gue baru tau bahwa selama ini, di balik semua ketawa-ketawa itu, semua jalan-jalan itu, semua email, BBM dan saling bertukar cerita, dia memandang mata gue dan menemukan kenyataan bahwa gue adalah perempuan yang selalu sedih. yang ketawa-tawa dengan menyimpan kesedihan di hati gue. yang belum ngikhlasin sesuatu hal.
perempuan yang dia kasihani.

Ini menyebalkan.
Gue pikir gue sudah berhenti drama.
Tapi di mata dia, gue adalah makhluk sedih.
Lalu buat apa semua ketawa-ketawa yang kita ciptakan?
Kalau di pikiran dia, gue hanya pura-pura seneng?

Padahal gue baru mulai percaya bahwa keadaan hidup gue sudah berubah banyak bila dibanding 2-3 tahun lalu...
Tapi semua kepercayaan itu langsung ilang seketika ketika kalimat "kasian" itu muncul.
Yang ada hanya pemikiran mendalam tentang apa yang belum gue ikhlasin dan apa yang membuat gue sedih selalu... (yang bahkan gue gak tau jawabannya apa)

Mungkin loe semua akan ngomong: kalau gak ngerasa ya udah kali gak usah dipikirin... toh yang tau diri loe kan cuman loe...

gue gak bisa.

i just can't

No comments:

Post a Comment