Thursday, July 14, 2011

No.214


this sentence slap me to the bone:

"loe tidak pernah berubah, dari 3 tahun lalu, 2 tahun lalu, beberapa bulan lalu, loe masih tetap elo yang dulu, dengan semua ketololan loe"

pandangan mata saya mengabur. mendadak semua kejadian di masa lampau berseliweran di pikiran saya. saya akui, saya adalah keledai, rajanya keledai. saya akui saya banyak berbuat kesalahan tolol di hidup saya.

lalu suatu hari, saya menyadari bahwa saya tidak bisa menjadi keledai seumur hidup saya. saya meneruskan hidup. saya bertekad: saya harus berhenti menjadi keledai. sayapun melepaskan kostum keledai saya. saya pikir saya siap menjadi kuda.
berani. keren. *pikir saya...

tapi apa yang terjadi? rupanya ketika seekor keledai masuk ke lingkungan kuda, terlalu banyak syaratnya. kuda baru (saya) harus siap menerima perlakuan tidak menyenangkan. ya saya pikir ini wajar, saya keledai yang baru berubah jadi kuda, saya digembleng, saya tidak begitu saja diterima, mungkin maksudnya baik, saya dipersiapkan untuk bisa menjadi kuat dan tidak lemah lagi. setelah lama saya ada di lingkungan ini, saya pikir saya sudah menjadi kuda.

tapi suatu hari terjadi suatu peristiwa yang membuka mata saya. ketika ada suatu kejadian dimana saya merasa diperlakukan tidak adil. saya marah. kenapa saya diperlakukan beda dengan kuda-kuda lain, kenapa kuda lain dibela, sementara saya, selalu disalahkan. padahal kalau saja mereka mau melihat dari kacamata saya, mestinya mereka bisa mengerti saya. saya lupa. saya terlalu banyak berharap. berada di lingkungan kuda, tidak berarti mereka bisa mengerti saya. di mata mereka, saya tetaplah keledai.

saya sakit hati.
lebih sakit hati lagi, ketika dibilang kalau saya memang tidak berubah dari dulu.
tulang saya nyeri mendengar kalimat itu.

mungkin selama ini saya yang salah.
sebagai keledai, saya banyak berkhayal.... saya pikir saya itu sudah menjadi kuda.
ternyata... di mata semua binatang, saya tetaplah si keledai.

ini menjelaskan kenapa semua binatang melihat saya dengan mata prihatin.
mereka sudah sadar saya berusaha terlalu keras untuk membuktikan bahwa diri ini sudah berubah dan bisa berubah.
hanya ada satu hewan yang tidak sadar: saya.

image yang melekat di diri saya rupanya tidak semudah itu bisa berubah, sekeras apapun saya mencoba, keledai sudah melekat di dalam diri saya.

sekarang saya akan tetap meneruskan hidup saya.
hidup keledai saya ini.
sambil berusaha sesedikit mungkin melakukan kesalahan.
dan berlapang dada menerima tatapan prihatin dari hewan-hewan lain.
saya terima semua tatapan prihatin kalian.
kalian yang mungkin tidak mengerti saya tapi bersikap paling tau tentang diri saya.

suatu hari saya bicara bahwa hidup ini tidak adil.
lalu seorang teman berkata:
"hidup itu tidak adil di mata semua makhluk hidup. jadi berarti itu adil kan?!"

saya terdiam.
dia benar.

saya adalah si keledai yang berpikir bisa survive di lingkungan kuda.
yah, mungkin itu bisa.
tapi kenapa harus masuk lingkungan kuda...
ketika masih ada lingkungan hewan lain yang lebih menerima saya apa adanya?
yang tidak keberatan dengan image keledai saya ini.

kalau kamu tidak sanggup menerima kekeledaian ini,
saya terima dengan lapang dada.
semoga kamu bisa menemukan hewan lain yang lebih sesuai standar hidup kamu.

1 comment:

  1. nice post! i just found your blog and i love it! It's unique! :)

    Love Simple Green

    ReplyDelete