Thursday, June 16, 2011

No.211

Sebenarnya ini adalah sepatu milik si no.207



Rupanya belum selesai kisah dia yang menggugah hati saya untuk menceritakan dirinya... :)

Gue dengan jujur mengakui: i fancy this guy

Gue jadi ingat.... di malam gue mengaku men-fancy orang ini, teman-teman gue ketawa dengan histeris... yah gue akui itu adalah sebuah "silly statement"
Lalu kemudian setelah itu kita pergi makan rame-rame....

Tiba-tiba si no.211 ini bercerita bahwa dia punya 1 orang pegawai yang awalnya adalah seorang anak asal Tasikmalaya yang hanya lulusan setingkat SMU. Anak itu melamar ke usaha milik teman gue ini dengan modal suka menggambar.

Pelan-pelan, si no.211 ini mengajari anak itu menggambar, dia kasih lihat contoh gambar yang dibuat oleh designer dalam maupun luar negeri, dia suruh anak itu baca majalah fashion, intinya diajarkan untuk bisa membuat design.

Anak itu sekarang sudah menjadi salah satu asisten kepercayaan si No.211. Dia sudah bisa membuat design, memilih materialnya dan produksi.

Membagi ilmu.
Membuka lapangan pekerjaan.
Mengajarkan seseorang untuk punya suatu keahlian baru.
Mempercayai seorang anak dan bisa melihat bahwa dia potensial dan sabar mengajarkan segala sesuatunya sampai dia mengerti.
Ini yang gue tangkep dari si No.211.

Dia bilang, justru anak-anak seperti ini yang awalnya mungkin gak tau apa-apa, gak ngerti apa-apa tapi kalau mereka ada kemauan dan usaha untuk belajar, mereka ibarat berlian, semakin diasah, semakin bagus dan akhirnya bisa menjadi sesuatu/seseorang.

Awalnya gue berpikir bahwa orang-orang yang bekerja di industri fashion adalah orang-orang kaya yang gaya, sering keluar negeri, barang-barangnya merk semua dan melek fashion.
Ternyata enggak.
Semua bisa bekerja di bidang itu.

Karena kisah ini gue baru sadar, pada akhirnya usaha itu nomor 1.

Dan selesai si no.211 bercerita, dengan santainya gue nyeletuk di depan semua teman: "see?! gak salah kan gue fancy dia?" :p

No comments:

Post a Comment