Monday, November 22, 2010

No.187


Gue: "eh anak baru. dress code acara besok silver yah! jangan lupa baju warna silver"

trus gue cekikikan dalam hati, enak juga ngerjain anak baru ini.... padahal dress codenya merah hehehe.

Mana gue tau, peristiwa itu ternyata membekas di pikirannya... beberapa bulan kemudian, gue menemukan tulisan di blognya tentang gue...

December, bulan itu saya kenal perempuan ini.

Sekilas, perempuan ini banyak cakap, cepat tanggap dan kayaknya sih, sergap.

Begitu kenalan sama dia, dia langsung ngasi sebuah petuah yang isinya dan intinya adalah, ngerjain saya.Italic

Saya disuruh datang ke sebuah event menggenakan baju silver. Dimana, acara itu sebenarnya bertema merah. Untung saya pembelot, kalo tidak saya jadi yang paling meriah, dan marah.

Sepatu.

Ya, cukup satu kata itu.

Saya gemar dengan sepatu, di daftar prirotas saya, itu peringkat nomer satu.

Bagi dia, tidak begitu. Tapi, semua sepatu punya cerita sendiri, rahasia kartu.

Kartu bagi pemakainya itu, perjalanan cerita cinta raja dan ratu, disaat hati lagi syahdu, sampai pilu, atau sedang bersama teman saling menjamu, semua pakai sepatu.

Mau Belajar.

Semua hal baginya adalah taman bermain dan bukan belajar, sebenernya semua hal dia hajar, mulai sampe diet yang akhirnya ga kekejar sampai pergi bermain dengan semua kaum di dunia yang kurang ajar. Motif pengajaran pekerjaan dia terhadap temen saya juga pasti susah pudar, selain karena cukup ekstrim dia selalu mengujar untuk mengejar dan mengajar.

*tulisan ini dia buat saat gue pindah kantor. Italic

Sepertinya gue dan dia memiliki banyak kesamaan...

Kata dia, kadang2 kalau gue tweet sesuatu, dia akan mengirim DM atau PING bertuliskan: gila, apa yang loe tulis itu adalah apa yang gue pikir.

Dalam hati gue: iya yah... kita sering suka lagu yang sama, memikirkan hal yang sama, sama-sama gloomy juga anaknya.

Mengapa si No.187 ini berkesan sekali buat gue?

Ini sebagian penggalan dari blog dia yang mana sangat menggambarkan apa yang gue pikirkan dalam hidup gue...


I’m not perfect, but you should’ve waited. I was worth it.

The Expandables

COCOK sama keadaan gue saat ini!!


This is not part of the deal. You’re supposed to be my distraction, not part of addiction.

ini juga hal yang selalu melayang-layang di pikiran gue...

dan ini yang gue banget juga:

Saya memulai hari dengan baju hitam, dan kepala menunduk

Berawal dari langkah kaki dengan kataan mengutuk.

Pagi itu saya belajar, belajar sebuah hal.

Saya namakan, guratan senyuman,

Dimana harapan setiap orang berbeda. Hal yang bisa membuat setia orang tersenyum berbeda penuh kesan.

Dan saya belajar satu hal, yang tidak pernah terlintas diotak menjadi andalan.

Saya senang melihat semua merekah dengan senyuman.

*maafkan gue kalau pendapat gue ini salah ya No.187 tapi gue rasa kita berdua sama-sama makhluk sedih, sering merasa jadi orang yang ditinggalkan dan tidak diinginkan. tapi gue bisa berkata bahwa kamu orang yang special. memang seperti biasa, yang paling bisa ngertiin dan sebenarnya paling peduli seringnya diingat belakangan, kalah sama yang paling bersinar. tapi anggep aja ini bagian dari drama kehidupan... gue rasa, loe tidak keberatan dengan sedikit drama hehehehehe.


love you. tidak pernah mengatakan hal ini. tapi hari ini, saya tulis disini sekalian.

Sadie.



2 comments:

  1. Sakiiiittt...udah lama gak berkunjung, langsung ngejar setoran baca semua postingan yang belum dibaca but this one caught me off guard..

    Mbak, if I feel those words spoke to me as if my own, does it make me a sad person too? Because I'd like to think of myself as a happy person..but lately I think I'm more lonely than happy.. and I'm sad..

    ReplyDelete