Monday, April 26, 2010

No.121



Di kota tempat gue tinggal dulu sebelum Jakarta, ada sebuah kalangan yang bisa dibilang sebagai kaum hipster kota tersebut. Orang-orang ini adalah orang-orang dengan selera fashion yang berkiblat ke luar negeri dengan selera musik yang sungguh akupun tak mengerti itu lagu siapakah... (karena gue adalah makhluk mainstream)

Tiba-tiba, satu dari bagian kaum hipster itu (gue yakin sih pemilik sepatu ini gak suka dengan sebutan kaum hipster dari gue tapi apadaya, no.121, begitulah dulu saya memandang kamu hehehe) menjadi rekan sekantor saya. Saat itu dia sudah terkenal di kota tersebut karena dia memiliki sebuah situs musik yang cukup dihormati kalangan musisi (terutama kalangan indie).

Saat melihat dia berjalan di kantor saya, rasanya seram sekali. Gue takut gak bisa ngobrol sama dia. Di bayangan gue saat itu, dia adalah anak muda sukses yang kerja sebagai IT cuman buat ngisi waktu luang.

Tapi suatu hari terjadi suatu peristiwa yang membuat kita jadi berteman.
Gue suka sekali 1 band asal kota itu yang superduper dihina banyak orang karena band tersebut bukan bagian dari kalangan hipster kota itu plus mungkin musik dan gaya berpakaian anak-anak band itu gak sesuai selera atau alasan lainnya yang gue gak tau. Saat itu gue suka band itu karena melihat perjuangan mereka, salah satunya adalah melihat susahnya mereka harus bertahan diketawain orang-orang yang kebanyakan adalah teman mereka sendiri.

Suatu hari gue mau datang ke acara ultah band tersebut. Dan gue memberanikan diri mengajak si no.121 ini (yang gue tau gak suka band tersebut hehehehehe) dan gak sangka banget ketika si pemilik sepatu ini mau ikut...

Sejak itu sering bermain bersamalah kita berdua, bersama teman-teman yang lain... (seringnya sama si no.9) Kita melalui banyak kejadian, bbq di kosan dia, pindah ke Jakarta dan tiba-tiba diapun muncul di ibukota ini, melihat dia menjadi pegawai bank (cukup terkejut gue melihat dia memakai celana bahan dan kemeja rapi, sungguh aneh hahaha) lalu pergi ke gig bersama-sama, duduk-duduk membicarakan hal-hal yang aneh, masa depan dan tentu saja percintaan.

Mengagumi lukisannya, mendengarkan ide-ide lucu yang ada di kepalanya dan dia wujudkan (sekarang ide lucunya itu udah hadir di berbagai kota di dunia termasuk New York), mendapat dukungan dari dia terhadap semua project yang gue bikin (setiap patah hati, gue selalu bikin project yang tujuannya untuk melupakan *curcol), link-link website keren yang dia rujuk untuk gue baca dan mungkin ini yang terbaik: diajak dia nonton Konser Bjork, pertama kalinya gue dengerin musik Bjork adalah saat di konser itu dan ternyata gue suka bahkan mengalami euphoria Bjork sampai 3 hari setelah konser... :)

Sekarang dia lagi sibuk dengan proyek barunya dan tentu saja, pacar barunya...
Yah... dia duluan yang berenti gloomy...
Bagus. Diantara kita berdua emang ada yang harus bahagia duluan...
And i'm happy for him.... :)

1 comment: