Tuesday, March 16, 2010

No.95








Di sebuah Senin malam yang cukup gloomy karena hujan, banyak orang yang tetap niat pergi ke sebuah gig yang cukup fenomenal karena event ini adalah ajang reuni dari sebuah tempat yang saat ini sudah tutup.

Gue bukan anak Jakarta sehingga di masa muda gue dulu, gue gak pernah datang ke tempat itu... Kehadiran gue ke event ini karena gue sangat ingin tau, rasanya dan sedikit suasana masa lalu yang mestinya hadir malam itu.

Ternyata reaksi orang macam-macam...
Ada yang euphoria parah karena dia serasa kembali ke masa lalu dengan teman-teman gig masa lalunya yang sekarang mungkin sudah: menikah, berubah sikap/sifat, mengurus/menggendut, sukses di karir yang beda banget sama pekerjaan dia dulu dan lain-lain...

Ada yang rela berdesak-desakan di depan, mengecap semua kenangan masa muda dan pulang ke rumah dengan wajah bahagia...

Ada yang lagi jatuh cinta, matanya gak bisa lepas dari seorang wanita...

Ada yang sudah mabuk dari awal, dia udah di dimensi lain dan entahlah dia mikirin apa malem itu ;)

Ada yang lagi kangen mantan pacar dan berharap sang mantan ada di gig itu...

Ada yang kecewa berat karena menganggap yang dateng ke gig itu cuman sekumpulan poser, bukan orang yang benar-benar cinta musik...

Ada yang kangen gig ini banget sampe-sampe walaupun sudah jompo dia rela dateng walaupun akhirnya hanya duduk saja...

Ada yang heboh foto-foto, ketemu teman-teman, kecup pipi kanan pipi kiri, peluk satu sama lain dan berteriak senang kalau lagu kesukaannya dimainkan DJ...

Intinya sih yang gue liat, malam itu banyak orang yang berusaha menemui kembali masa lalunya dulu, masa muda yang cerah ceria, mungkin masa dimana masalah gak seberat sekarang, atau justru masa-masa kegelapan... tapi apapun itu yang dirasakan oleh orang-orang, gue akhirnya mengerti bahwa ketika kita sedang kembali ke seonggok masa lalu, gue gak akan menyamakan hal itu dengan masa kini.. karena jelas.. masa lalu gak bisa diulang.

Tapi yang pastiiii, orang-orangnya masih ada yang sama. Musiknya masih sama. Suasana, kenangannya semua masih terekam di memori otak kita (atau lupa sama sekali gara-gara alkohol hehehehe) dan kalau gue jadi orang yang lagi reuni seperti beberapa temen-temen gue, jelas gue akan memanfaatkannya untuk memeluk teman-teman lama gue itu, menikmati musik dan yang pasti gue gakkan pernah mengkritik apapun.

Kenapa tidak dinikmati saja karena masa lalu itu yang menghasilkan elo saat ini...

No comments:

Post a Comment